Ketua Program studi Teknik Informatika mengemukakan, pelatihan ini sebenarnya tidak di khususkan untuk mahasiswa teknik Informatika saja, akan tetapi karena materi pelatihannya mengarah pada program keahlian Teknik Infromatika, jadi pihak kampus untuk saat ini mengkhususkan pelatihan ini untuk mahasiswa TI.
7 Mar 2012
40 Peserta Seleksi, melaksanakan sleksi peserta Pelatihan Multimedia yang diadakan oleh Kementrian Perindrustrian RI
Ketua Program studi Teknik Informatika mengemukakan, pelatihan ini sebenarnya tidak di khususkan untuk mahasiswa teknik Informatika saja, akan tetapi karena materi pelatihannya mengarah pada program keahlian Teknik Infromatika, jadi pihak kampus untuk saat ini mengkhususkan pelatihan ini untuk mahasiswa TI.
5 Mar 2012
Kakanwil Depag Jawa Barat menandatangani MOU dengan Pascasarjana UIKA Bogor terkait peningkatan SDA dan Pendidikan
Anatara Kakanwil Kementrian Agama RI Provinsi Jawabarat dengan Direktur Program Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor
Penandatanganan MOU ini berkaitan dengan peningkatan Kualitas SDM dan Pendidikan untuk jajaran Staff dan pegawai Departemen Kementrian Agama yang jumlahnya mencapai puluhan Ribu Orang, baik yang sudah memiliki NIP maupun Belum memiliki NIP. Nantinya UIKA diharapkan akan memberkan kontribusi dan sumbangsihnya dalam mendidik dan meningkatkan kwalitas SDM di Departemen kementrian Agama RI, baik untuk tingkat S1, S2, bahkan S3, dengan menargetkan para pegawai dan staff kementrian Agama RI yang ada di lingkungan Bogor dan sekitarnya bisa menempuh Pendidikan Lanjutan di UIKA.
dalam sambutan nya Kepala Kakanwil Kementrian Agama RI, Drs. H. SAEROJI, MM, mengungkapkan Rasa syukurnya bisa melakukan Penandatanganan dengan UIKA Bogor, pasalnya, beliau menambahkan MOU ini merupakan penguat kerjasama yang telah terjalin cukup lama. dimana UIKA merupakan salah-satu kampus yang telah melahirkan ribuan sarjana dan beberapa diantaranya memiliki jabatan penting di departemen Agama RI, dalam beberapahal Depag telah mengucurkan berbagai Beasiswa khususnya untuk para guru MI, MTS, dan MA yang sedang menjalani Pendidikannya di UIKA bogor yang jumlahnya bisa mencapai ratusan mahasiswa.
MOU ini dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Baru, dengan dihadiri oleh kepala, kepala kakanwil kabupaten dan kota yang pada kesempatan ini dihadiri oleh kepala kanwil Kab. Bogor dan Kota, Kanwil Sukabumi, Kanwil Cianjur dan Kanwil Depok, juga beberapa pejabat kemenentrian Agama lainnya, sementara di pihak UIKA, selain Direktur Pascasarjana dan Rektor UIKA Bogor, Hadir juga, Para Pembantu Rektor, I,2 dan 3, para kepala Program Studi di tingka Pascasarjana, Dekan-dekan Fakultas, Kepala-kepala Biro dan Lembaga, serta tak ketingalan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor juga turut hadir dalam penandatanganan MOUyang diselenggarakan 5 Mater 2012 ini.
4 Mar 2012
Pejabat Struktural Fakultas Ilmu Kesehatan Resmi di Lantik
WARTA-UIKA: 03 Maret 2012, tepatnya pukul 10.00 WIb, Rektor UIKA resmi melantik pejabat struktural baru Fakultas Ilmu Kesehatan sekaligus melantik pejabat Program Studi Teknologi Pendidikan dan Program Studi Pendidikan Islam pascasarjana UIKA Bogor.
dalam sambuan pelantikan ini rektor mengucapkan rasa syukur yang teramat dalam, karena pelantikan yang dilaksanakan ini adalah sebagai bukti bahwa UIKA telah resmi memiliki Fakultas baru, yaitu fakultas Ilmu kesehatan dengan program studinya Kesehatan Masyarakat. yang nantinya, beliau menambahkan goal kedepan akan dibuka program studi keperawatan dan kebidanan untuk selanjutnya membuka Fakultas Kedokteran pungkasnya. yang langsung direspon oleh hadirin yang hadir dengan mengucapkan amin secara serentak.
dengan dilantiknya pejabar Fakultas ilmu kesehatan ini, maka resmilah sudah fakulas ke enam yang ada di UIKA ini beroperasi dan direncanakan mula senin ini (red:5 Maret 2012) semua kegiatan perkantoran dan tata usaha FKES sudah berjalan sebagai mana fakulas-fakultas yang lainnya. (AZS)
29 Feb 2012
Targetkan para santri melanjutkan jenjang pendidikan ke Perguruan tinggi, Ponpres Pancasila Bengkulu kunjung UIKA Bogor
Ketika ditanya mengapa mengunjungi kota bogor sebagai kota yang dijadikan kunjungan studi tour, salah satu santri yang ikut dengan rombongan menuturkan, bahwasannya bogor merupakan saah-satu kota yang memiliki pondok-pondok pesantren moderen yang berkwalitas, disamping itu kunjungan kali ini mereka menargetkan untuk mengunjungi Universitas Ibn Khadun Bogor (UIKA) sebagai tujuan Utama. Tujuannya adalah ingin mengetahui sejauh mana UIKA dapat mempasilitasi para lulusan pondok pesantren untuk bisa melanjutkan studinya di Universitas Islam tertua di Kota Bogor ini.
Dalam sambutannya, Rektor UIKA Bogor, menyambut baik kunjungan Ponpres Pancasila ini dengan memaparkan mengenai gambaran UIKA Bogor dan sejarah singkat mengenai pendiriannya, disampaikan pula pada kesempatan itu, UIKA membuka Peluang sebesar-besarnya bagi lulusan Ponpres yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan di perguruan tinggi terutama di Universitas Ibn Khaldun ini dengan menawarkan berbagai beasiswa yang terdapat di kampus yang letaknya berada di Jalan KH. Sholeh Iskandar ini.
Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cendera mata, dan photo bersama pejabat UIKA bogor beserta rombongan studi tour yang selanjutnya rombongan di persilahkan untuk melihat-lihat pasilitas kampus Universias Ibn Khaldun Bogor yang disambut antusiasme 50 siswa/i yang ikut dalam kunjungan tersebut.
Workshop Jurnalistik dan Multimedia
Fakta yang sulit dibantah saat ini bahwa mahasiswa saat ini kurang peka dan kurang mampu dalam menganalisis serta merespon masalah – masalah kemasyarakatan yang terjadi baik lokal maupun nasional. Terutama dalam hal ini adalah mahasiswa Muslim. Sebagai agent of change, mahasiswa dituntut untuk selalu bisa merespon dan mempublikasikan dinamika-dinamika yang terjadi baik lingkup lokal, Nasional, maupun Internasional. Untuk mengakomodir hal tersebut, LDK AL-INTISYAR sebagi organisasi pengkaderan, dituntut untuk mengadakan pelatihan-pelatihan yang diharapkan dapat membentuk kaum intelektual yang tidak hanya mampu berkiprah untuk diri sendiri, tetapi dapat pula memberikan kontribusi di masyarakat kampus sebagai jalan pengembangan Dakwah Islamiyah, serta masyarakat negara.
Atas dasar hal di atas, sebagai semangat perjuangannya, maka menjadi suatu hal yang sangat penting untuk mengadakan Pendidikan dan Pelatihan / Workshop Jurnalistik dan Multimedia sebagai pembinaan non-formal guna menuntaskan amanat dakwah dan reformasi. Workshop Jurnalistik dan Multimedia ini adalah salah satu ajang penggojlokan mahasiswa ataupun pelajar untuk dapat menjadi jurnalis-jurnalis muda yang profesional yang dapat diandalakan untuk kemajuan negara tercinta ini.
Pada Kesempatan ini peserta akan diajak menyelami dunia Jurnalistik, tulis-menulis sekaligus menuangkan nya pada media kontemporer melalui wahana mulimedia.
dimana keseluruhan akan diberikan teori dan praktiknya.
adapun materi yang akan disampakan antara lain:
Jurnalistik
• Seputar dunia Jurnalistik
• Pengenalan Dasar Ilmu Jurnalistik
• Teknik Penulisan (Berita, Features,
• Teknik Wawancara & Reportase & Penyajiannya
• Manajemen Keredaksian
Multimedia
• Liputan dan Editing Video
• Desain Grafis (Membuat Desain Koran)
• Belajar Teknik Siaran di Radio
Dengan Pemateri Pertama:
-Jurnalistik : Irfan Habibie Martanegara (Redaktur Senior Salman ITB.Com), dan Penulis
-Multimedia: Nurdin Al-Azies (Staff Sumberdaya Informasi dan Humas) UIKA Bogor, Redaktur Pelaksana Warta UIKA, Kepala Departemen Multimedia LDK Al-Intisyar, Penggiat Blogger, dll
Untuk Lebih Jelas mengenai Acara tersebut, silahkan Baca Pamplet acara di Bawah ini.
26 Feb 2012
Kunjungi Pesantren ke-25 (UIKA Kunjungi Pesantren di Sukabumi)
dalam sabutan kunjungannya, beliau mengungkapkan rasa sukurnya atas antusiasme yang diberikan kepada pihak UIKA, beliau mengungkapkan bahwasannya kunjungan yang dilaksanakan ini adalah kunjungan silaturahmi yang ke-25, sebagai wujud rasa persodaraan antara civitas kampus Islam dengan Pondok pesantren sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh M. Natrsir bahwa pilar pendidikan Islam tidak bisa terlepas dari landaskan atas 3 pilar antara lain Kampus, Masjid dan pondok pesantren.
Kali ini UIKA mengunjungi 2 pondok pesantren sekaligus, anara lain Pondok Pesantren Ar-Raayah yang berlokasi di Cibadak Sukabumi dan pondok pesanren As-Salam Parung Kuda. yang keduanya mendapatkan sambutan yang meriah baik dari pihak pimpinan pondok maupun sanri yang mengikuti pertemuan.
23 Jan 2012
Mandiri Young Technopreneur Award
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan, program Wirausaha Muda Mandiri bertujuan mengubah pola pikir mahasiswa maupun alumni perguruan tinggi untuk mulai berwirausaha, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan.
"Kami yakin bahwa dengan meningkatnya angka kewirausahaan, maka tingkat kesejahteraan bagi lingkungan sekitar pun akan meningkat. Kondisi ini dapat mendorong roda perekonomian Indonesia. Sebab, wirausaha dapat membuka lapangan kerja baru dan akan membantu menurunkan angka pengangguran," kata Pahala N. Mansury.
Expo yang dihadiri 11 ribu mahasiswa itu diharapkan dapat menjadi pertemuan pemikiran bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan akademisi dalam merealisasikan komitmen pengembangan kewirausahaan di Indonesia. Di Indonesia, saat ini jumlah wirausahawan hanya sekitar 0.24 % dari jumlah penduduk usia kerja (data BPS 2010). Padahal, di negara maju rata-rata wirausahawan mencapai 2% dari populasi penduduk usia kerja.
Menurut Pahala, minat generasi muda untuk berwirausaha semakin meningkat, seperti terlihat dari lonjakan peserta kompetisi Wirausaha Muda Mandiri pada 2011. Sebanyak 3.751 mahasiswa mengikuti kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2011, naik jika dibandingkan pada 2010 sebanyak 3.294 peserta.
Dalam rangkayan puncak, di berikan beberapa kategori penghargaan bagi young teknopreneur dan para interpreneur muda dari kalangan mahasiswa, alumni dan pascasarjana. Acara dimeriahkan oleh penampilan enterpreneur muda Sandiaga Uno, para bintang film Arisan, dan ditutup dengan penampilang The Changcuter.
30 Des 2011
Indonesia masih membutuhkan banyak Insinyur (Sarjana Teknik)
Dalam beberapa de
Melihat kenyataan inilah, menurut direktur ekskutif, persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rudianto, Jumlah lulusan S1 Teknik masih minim di Indonesia, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dalam kurun waktu 2011 ini jumlah lulusan S1 teknik hanya tercatat sekitar 37 ribu. Sedangkan kebutuhannya bisa mencapai dua kali lipatnya, artinya Indonesia harus meningkatkan sarjana tekniknya sekitar 50 persen dalam jangka waktu lima tahun kedepan.
Sementara ketika media mengkonfirmasi mengenai sejauh mana universitas meluluskan sarjana-sarjana tekniknya, tanggapannya sama, lulusan teknik dilihat lebih sedikit ketimbang lulusan-lulusan program-program keahlian yang lainnya. Contoh saja di Universitas Ibn Khaldun Bogor, tahun ini UIKA meluluskan 630 Mahasiswa, akan tetapi lulusan mahasiswa Fakultas teknik Universitas Ibn Khadun Bogor jauh lebih sedikit dari pada lulusan-lulusan fakultas lainnya di Universitas yang berkedudukan di Bogor ini.
Tahun ini Fakultas Teknik UIKA hanya meluluskan 19 Sarjana Teknik, dengan rincian 9 Sarjana dari Program studi Teknik Sipil, 4 Sarjana dari Program studi Teknik Mesin, 1 Sarjana dari Program studi Teknik Elekto dan 5 Sarjana dari Program studi Teknik Informatika.
Padahal Menurut Staff Ahli Mentri Bidang Teknologi Prof Kamalamullah Ramly sesuai di kutif dari Harian Republika (Jumat, 30/12/11) bahwasannya pendidikan sains dan technologi mampu meningkatkan daya saing bangsa, ia mengatakan insinyur itu tulang punggung kemajuan ekonomi sebuah bangsa. Apalagi, melihat fakta saat ini, Indonesia harus bergeser peran dari penghasil bahan baku, menjadi prdusen berbasis teknologi.
“Ketika kita masuk teknologi, kita butuh insinyur dalam jumlah yang sangat banyak Vital menurut saya, makanya kita harus produksi insinyur dalam arti sebenarnya, jangan S1 insinyur tapi S2 nya lain lagi”, Ujar ramly dalam seminar Nasional Meningkatkan Daya Saing Bangsa melalui Pendidikan Sains dan Teknologi, di Auditorium Institut Sains Teknology Nasional (ISTN) Bumi Srengseng Indah, Jakarta selatan penan lalu.
8 Okt 2011
SURAT CINTA UNTUK PEJUANG
Teruntuk saudaraku, pejuang kebenaran, Generasi Inspirasi yang tak kenal rasa gentar dan tak peduli lelah.
Generasi Intelektual Pembangun Peradaban Indonesia........
Tak terasa Dzat Yang Maha Kuasa masih mengizinkan kita menginjak waktu dalam dimensi yang sama, namun untuk tingkatan yang berbeda dalam sebuah perjalanan panjang, bernama kehidupan…
Masih segar dalam ingatan ketika pertama kali menginjakkan kaki di bumi kampus UIKA tercinta ini, ada banyak hal yang harus kita raih, ada banyak dinamika hidup yang telah menghiasi kehidupan kita, ada banyak kenangan indah bahkan kenangan pahit pun turut menjadi bumbu indahnya perjuangan ini.
Namun kini, ketika suatu medan perjuangan terhampar luas di hadapan kita, tak bisa dipungkiri bahwa keinginan hati kita untuk mundur dan meninggalkan medan perang…Manusiawi sekali jika kita terbesit pikiran seperti itu. Namun, pernahkah kita berfikir apakah diri ini hanya milik kita pribadi ???
Saudaraku, wahai Generasi Inspirasi,.. dalam jiwa ini terkandung banyak hak untuk orang tua, kakak, adik, saudara-saudara di sekeliling kita, masyarakat, bangsa, dan negara… Mereka mempunyai hak atas kita, mereka berhak menuntut kerja nyata dari kepedulian kita! !
Saudaraku,. Kita menyadari bahwa jalan yang kita tempuh ini adalah jalan yang penuh dengan berbagai macam rintangan, godaan, dan gangguan. Kita sadar bahwa perjuangan ini sangat membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, harta, bahkan jiwa kita. Namun demikian, perjuangan ini tak akan berhenti sampai disini, perjuangan kita masih sangat panjang.
Berbahagialah saudaraku,karena kita masih diberikan kesempatan dan kekuatan untuk bisa bermanfaat bagi manusia yang lain, karena kita sadar bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling besar kontribusinya dan paling bermanfaat bagi orang lain.
Saudaraku, sekarang inilah saatnya kita memberi bukan selalu saja ingin menerima, saling berbagilah dengan saudara-saudara yang lain..berikanlah kontribusi terbaik kita untuk UIKA, dan Bangsa Indonesia untuk kemudian kita persembahkan dengan ikhlas hanya kepada Allah pemilik segala urusan kita. Kita menyadari bahwa diri ini banyak kekurangan, tapi berusahalah untuk terus memberikan kontribusi terbaik sejauh yang kita mampu. Dan tentunya dengan saling menguatkan satu sama lain sebagaimana berada dalam barisan yang teratur seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
Bersyukurlah karena masih tertancap kuat dalam hati kita dan mengalir deras bersama darah kita sebuah ideologi kebaikan. Apapun itu simbol nya, untuk kemudian kita terjemahkan dalam amal-amal besar perjuangan yang dibungkus dengan rasa keikhlasan dan ikatan persaudaraan sehingga kita bersedia berjuang dan masuk dalam barisan pejuang-pejuang yang rela hidup mulia atau mati sebagai syuhada yang tergabung dalam Almamater Mahasiswa UIKA Bogor. Yakinlah ketika kita telah membulatkan tekad dan mengikhlaskan niat kita untuk berkontribusi kebaikan bagi UIKA, dan bangsa ini, maka kita pun telah siap untuk menjadi Generasi Intelektual Pembangun Peradaban Indonesia, kita telah siap menjadi Pahlawan-pahlawan Indonesia,..seorang pahlawan yang tidak peduli apakah namanya akan dicatat dalam sejarah atau setelah mati akan dimakamkan di taman makam pahlawan, tetapi yang menjadi motivasinya adalah bagaimana meraih posisi terhormat di hadapan Allah SWT.
Bergegaslah saudaraku, genderang perjuangan akan segera ditabuh, bukan perang melawan kawan satu Almamater, Bukan Perang melawan Kawan Seagama, tetapi perang untuk mencapai kemenangan itu..bersama mengukir sejarah membangun peradaban menuju kejayaan Indonesia.
Apapun Ideologi yang kita Usung, Apapun bendera Organisasi yang kita kibarkan, Kita harus mengatur strategi perjuangan yang terbaik. Hanya orang-orang ikhlaslah yang sudi untuk menambatkan hatinya dalam medan perjuangan di Kampus yang kita cintai Kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor.
“Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka yang memiliki naluri kepahlawanan. Para pahlawan muncul pada situasi dan kondisi yang sulit atau sengaja dilahirkan dalam situasi dan kondisi yang sulit. Sejarah kepahlawanan muncul pada saat mereka mampu merespon tantangan-tantangan kehidupan yang berat. Pada setiap tantangan pasti ada jawaban. Dari respon itu akan lahir amal-amal besar...
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..
Terimakasin Untuk kawan ku yang pernah saya kenal dan yang selalu saya kenang. Dari kalian lah inspirasi besar hidup ini.
dari sahabat mu :
Nurdin Al-Azies (Redakur Warta UIKA)
Kedewasaan adalah karakter.
Sering kita mencari-cari definisi dari sebuah kedewasaan, akan tetapi sering kali pula kita terbentur dengan jawaban-jawaban yang memusingkan dahi kita, berkata kedewasaan terkadang berhubungan dengan faktor usia, sudah berapa lama kita hidup didunia, atau bertanya berapa usia kita saat ini, jika angka nya tinggi, angka itulah yang akan mewakili nilai dari sebuah kedewasaan yang kita miliki.
Akan tetapi ketika kita melihat realitas yang ada saat ini yang terjadi didalam kehidupan kita, mungkin teori diatas bisa terbantahkan, bahwasannya faktor usia bukan merupakan satu-satunya faktor penghitung nilai kedewasaan seseorang. Lantas sesungguhnya apa arti kedewasaan itu? Dan bagaimana cara mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?
Nah, inilah yang akan coba saya bahas dalam tulisan pada kesempatan ini, yang merupakan salah satu ringkasan dari mentoring bisnis rutinan yang saya ikuti.
Satu ungkapan awal yang saya catat pertama kali dari pertemuan pada kesempatan itu adalah :
“Kedewasaan itu bagaikan melihat kubus dari 6 sisi” apa artinya, artinya adalah orang bisa di katakan dewasa apa bila dia mampu melihat suatu permasalahan yang dihadapinya dari berbagai sudut, tidak hanya dari sudut pandang dirinya sendiri. Dia bisa memiliki sifat netral dan menjadi penengah terhadap berbagai konflik yang ada, dia mampu mengendalikan emosionalnya dari berbagai interpensi dengan tujuan agar bisa menyelesaikan suatu permasalahannya dengan lebih elegan dan dan intelek.
Mampu mengatasi masalah dengan pengendalian emosi yang baik, cepatan, tepatan dan akuratan adalah salahsatu tanda bahwasanya seseorang bisa dikategorikan memiliki sifat kedewasaan yang tinggi, ketika otot tidak mendominasi otaknya, maka inilah sifat dari kedewasaan itu.
Tolak ukur nya ada pada bagaimana dia bersikap terhadap permasalahan yang dihadapi, usia bukanlah tolak ukur yang tepat untuk menilai orang itu dewasa atau tidak.
Intinya kedewasaan adalah “ karakter”.
Semakin seseorang di hadapkan pada masalah-masalah yang memuntut untuk diselesaikan, maka akan semakin cepat dia mencapai kedewasaannya, artinya untuk mengakselerasi kedewasaan yang kita miliki, hendaknya kita hidup berada pada lingkungan dinamis, yang ketika orang-orang standar hanya sibuk memikirkan masalah hatinya, seseorang yang hebat, dia justru pada kesempatan yang sama sedang sibuk mencari solusi besar yang dampaknya tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, akan tetapi jauh dari pada itu dampaknya berpengaruh terhadap umat.
Maka ada satu pepatah mengatakan, “ berbahagialah orang-orang yang setiap harinya menghadapi masalah, karena dengan masalah itulah kita mendapatkan berbagai solusi”.
Dari solusi yang kita hadapi inilah kita belajar mengenai kedewasaan, semakin stabil dalam menghadapi masalah maka akan semakin kita terlihat dewasa, walau dalam kenyataannya usia yang kita miliki masih terhitung belasan tahun. Akan tetapi kembali kepada faktor-faktor kedewasaan diatas, faktor usia bukanlah faktor yang paling dominan dalam menentukan seberapa tinggi kedewasaan kita. Olak
Karakter kita lah nantinya yang akan menjadi tolak ukur apakah kia sudah dewasa atau tidak dalam segala hal.