Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UMUM. Tampilkan semua postingan

3 Apr 2012

KOMPOR CAMP 2012: UIKA Bogor selenggrakan 2-5 April 2012



Fakultas Teknik Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor bekerjasama dengan Brain Matics, Microsoft dan Axioo sukses menyelenggrakan sebuah training sertifikasi bertarap International.

pelatihan Teknologi informasi yang bertajuk 'KOMPOR CAMP 2012' memiliki materi utama yaitu: server virtualization, Private Could Computing dan Server Administration. dimana keseluruhan pelatihan ini di bagi kedalam dua sesi, setiap sesi terdiri dari 16 jam pelatihan atau setara dengan 2 hari pelatihan.

dalam pelatihan ini para peserta di bekali dengan skill ilmu komputer dari para pakar IT ternama, disamping itu yang tidak kalah pentingnya lagi peserta akan memperoleh Sertifikat International Microsoft yang memiliki nilai manfaat yang cukup tinggi untuk dunia kerja karena diakui secara International.

Budi Susetyo selaku Kepala Jurusan Teknik Informatika UIKA Bogor, menuturkan pelatihan yang diadakan di lab Teknik Informatika dibagi menjadi 2 gelombang, dimana masing-masing gelombang terdiri dari 40 peserta baik mahasiswa UIKA sendiri maupun pelajar dan kalangan umum se jabotabek, gelombang pertama dilaksanakan pada tanggal 1-2 April 2012, sementara gelombang 2 dilaksanakan pada tanggal 3-5 April 2012.

selain diadakan di UIKA, KOPMOR CAMP 2012, secara bergantian diadakan di berbagai wilyah di indonesia mulai dari sabang sampai merauke. (AZS)

Baca Selengkapnya | KOMPOR CAMP 2012: UIKA Bogor selenggrakan 2-5 April 2012

30 Mar 2012

Tingkatkan wirausahawan baru, Kementrian Perindustrian RI, gelar pelatihan Entreupreneursip.

Gambar: Suasana Pelatihan Wirausaha Produksi Multimedia
yang diselenggarakan UIKA dengan Kementrian Perindustrian RI
26-30 Mater 2012 di Hotel Pangrango Bogor.


Dalam rangka menjaring dan meningkatkan prosentase wirausahawan baru Indonesia Kemenrian Perindustrian melalui Dirjen Industri Kecil Menengah, mengadakan pelatihan Kewirausahaan, pelatihan yang diadakan serentak di beberapa kota di Indonesia ini dilaksanakan selama 5 hari dari tanggal 26-30 Maret 2012, dengan materi pelatihan yang berbeda-beda sesuai bidang dan keahlian yang diminati.

Universitas Ibn Khaldun Bogor, adalah salah-satu kampus yang mewakili jawabarat mendapat kepercayaan dari kementrian Perindustrain Republik Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut.

Tajuk yang dipilih adalah Pelatihan Kewirusahaan dibidang Teknologi Informasi yang mengambil tema Produksi Multimedia. pelatihan yang diselenggrakan di Hotel Pangrango 1 ini di Ikut oleh 20 Peserta yang sebelumnya melewati penjaringan yang cukup ketat.

Nurdin Al-Azies selaku Panitia Pelaksana mengungkapkan, dalam pelatihan yang di selenggarakan antara UIKA dengan Dirjen IKM Wilayah II ini peserta di ajarkan bagai mana memulai bisnis Multimedia dari Awal, proses produksi, pasca produksi hingga sampai pada tahap penjualan dan promosi produk dengan tutor-utor yang ahli dibidangnya, bahkan tidak hanya itu, pelatihan ini pun nantinya akan dilengkapi dengan sertifikasi profesi yang diselenggrakan oleh Badan Sertifikasi Profesi (BNSP) yang mejadi bekal utama para peserta dalam meningkakan kualitas usahannya guna mampu bersaing di masyarakat.
Baca Selengkapnya | Tingkatkan wirausahawan baru, Kementrian Perindustrian RI, gelar pelatihan Entreupreneursip.

19 Mar 2012

UIKA menjadi magnet santri indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi sebagai peraih beasiswa.

Beberapa waktu terakhir ini hampir dipastikan puluhan pondok pesantren berkunjung ke Universitas Ibn Khaldun Bogor, kunjungannya tak lain selain untuk melakukan silaturahmi, tak jarang kunjungan itupun di latarbelakangi oleh tingginya minat santri untuk bisa menempuh jenjang pendidikan tinggi di UIKA terutama bila santri yang kuliah di UIKA mendapatkan beasiswa.

Minggu ini giliran Pondok Pesanren Ar-Rayah Sukabumi berkunjung ke UIKA, dengan membawa 50 santri yang rata-rata tingkat akhir dan beberapa pembimbingnya yang hampir keseluruhannya berkewarganegaraan Timur Tengah hadir mengunjungi UIKA pada 16 Maret 2012.

Dalam kesempatan pertemuan itu Mudir Arrayah, merasa gembira dapat berkunjung ke UIKA Bogor, yang sesungguhnya ini merupakan kunjungan balasan setelah beberapa waktu yang lalu Rektor beserta jajaran pimpinan UIKA Bogor berkunjung lebih awal ke pesantren Ar-Rayah. lanjut mudir menjelaskan, setelah UIKA presentasi Santri banyak yang tertarik untuk mengenal lebih dalam UIKA, apalagi tahun lalu 35 santri dari Ar-Rayah pun telah berhasil meraih beasiswa Full di Universitas yang didirikan tahun 1961 ini.
Baca Selengkapnya | UIKA menjadi magnet santri indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi sebagai peraih beasiswa.

semarak wjm 2012: Memadukan teknik menulis dengan skill multimedia.

Peserta Workshop Jurnalistik dan Multimedia (wjm) 2012


Workshop Jurnalistik dan Multimedia (WJM) 2012 yang diselenggarkana di auditorium Universitas Ibn Khaldun Bogor, mendapatkan sambutan yang baik dari mahasiswa dan pelajar.

Terbukti membeludaknya pendaftaran, membuat panitia WJM 2012 yang digawangi departemen Multimedia LDK Al-Intisyar UIKA Bogor ini kewalahan untuk menerima pendaftar yang memiliki latarbelakang dan domisili beragam, sementara kuota yang disediakan untuk kegiatan ini hanya dibatasi untuk 100 peserta saja.

Hamzah, selaku ketua panitia WJM 2012 memaparkan, peserta yang hadir pada kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 18 Maret ini dihadiri oleh mahasiswa, pelajar dan masyarakat umum sejabotabek, dimana dari masing-masing wilayah memiliki kuota nya sendiri, dia menambahkan kegiatan ini merupakan kegiatan perdana departemen kami, yang tadinya hanya diagendakan untuk kalangan mahasiswa UIKA saja, akan tetapi membeludaknya pendaftar dari luar kampus memicu kami untuk merubah kebijakan untuk menerima pedaftar dari luar kampus.

Adapun 2 pemateri yang hadir pada kesempatan itu ialah Nurdin Al-Azies yang memiliki sapaan Kang Azies, dia adalah Duta Cendikia Muda Muslim Untuk Asia Tenggara Bidang Teknologi, yang juga menjabat sebagai Ketua Departemen Multimedia LDK Al-Intisyar UIKA Bogor, Redaktur Warta UIKA Bogor, sekaligus sebagai Ceo di Centra Kreativitas Mahasiswa, dan Irfan Habibie Martenegara (Redaktur Senior Salman ITB.Com).

Kedua pemateri memaparkan mengenai Multimedia dan Jurnalistik yang dibagi kedalam dua sesi, sesi pertama diisi oleh materi multimedia yang disapaikan oleh kang Azies yang menitik beratkan pada pentingnya kita sebagai kaum intelek untuk paham fungsi dan tatacara pemanfaatan multimedia untuk kemajuan bangsa. semetara kang irfan lebih menekankan pada teknik-teknik menulis dan manajemen keredaksian.

Acara diakhiri dengan sesi pembagian doorprize yang ditunggu-tunggu peserta, selajutnya penyerahan sertivikat dan sesi photo bersama membuat kesan WJM 2012 menjadi begitu seru dan menyenangkan.
Baca Selengkapnya | semarak wjm 2012: Memadukan teknik menulis dengan skill multimedia.

7 Mar 2012

40 Peserta Seleksi, melaksanakan sleksi peserta Pelatihan Multimedia yang diadakan oleh Kementrian Perindrustrian RI

Sebanyak 40 Mahasiswa semester akhir Teknik Informatika Universitas Ibn Khaldun Bogor (UIKA), tengah melaksanakan seleksi peserta pelatihan Multimedia yang diadakan oleh UIKA bekerjasama dengan Kementrian Perindustrian Republik indonesia. Seleksi ini diadakan untuk menjaring 20 peserta pelatihan yang ditargetkan akan diikutkan dalam program Peningkatan Sumberdaya Manusia khususnya di bidang life skill dan jiwa entreupreneurship. 20 peserta yang lolos seleksi akan diikutkan dalam pelatihan yang akan didselenggarakan di hotel pangrango plaza selama 3 hari, dari tanggal 28-30 Maret 2012.


Ketua Program studi Teknik Informatika mengemukakan, pelatihan ini sebenarnya tidak di khususkan untuk mahasiswa teknik Informatika saja, akan tetapi karena materi pelatihannya mengarah pada program keahlian Teknik Infromatika, jadi pihak kampus untuk saat ini mengkhususkan pelatihan ini untuk mahasiswa TI.
Baca Selengkapnya | 40 Peserta Seleksi, melaksanakan sleksi peserta Pelatihan Multimedia yang diadakan oleh Kementrian Perindrustrian RI

5 Mar 2012

Kakanwil Depag Jawa Barat menandatangani MOU dengan Pascasarjana UIKA Bogor terkait peningkatan SDA dan Pendidikan


Penandatanganan Naskah Kerjasama
Anatara Kakanwil Kementrian Agama RI Provinsi Jawabarat dengan Direktur Program Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun Bogor

Hubungan kerjasama antara UIKA dengan Kementrian agama RI, sesungguhnya telah terjalin cukup lama, hal ini diungkapkan Direktur Pascasarjana UIKA Bogor, Prof KH. Didin Hafiduddin, Ms, saat memberikan sambutan pada acara penandatanganan MOU dengan No. KW10.4/2PP.00/757.2012 anatar Pascasarjana UIKA Bogor dengan Kakanwil Depag Provinsi Jawabarat.

Penandatanganan MOU ini berkaitan dengan peningkatan Kualitas SDM dan Pendidikan untuk jajaran Staff dan pegawai Departemen Kementrian Agama yang jumlahnya mencapai puluhan Ribu Orang, baik yang sudah memiliki NIP maupun Belum memiliki NIP. Nantinya UIKA diharapkan akan memberkan kontribusi dan sumbangsihnya dalam mendidik dan meningkatkan kwalitas SDM di Departemen kementrian Agama RI, baik untuk tingkat S1, S2, bahkan S3, dengan menargetkan para pegawai dan staff kementrian Agama RI yang ada di lingkungan Bogor dan sekitarnya bisa menempuh Pendidikan Lanjutan di UIKA.

dalam sambutan nya Kepala Kakanwil Kementrian Agama RI, Drs. H. SAEROJI, MM, mengungkapkan Rasa syukurnya bisa melakukan Penandatanganan dengan UIKA Bogor, pasalnya, beliau menambahkan MOU ini merupakan penguat kerjasama yang telah terjalin cukup lama. dimana UIKA merupakan salah-satu kampus yang telah melahirkan ribuan sarjana dan beberapa diantaranya memiliki jabatan penting di departemen Agama RI, dalam beberapahal Depag telah mengucurkan berbagai Beasiswa khususnya untuk para guru MI, MTS, dan MA yang sedang menjalani Pendidikannya di UIKA bogor yang jumlahnya bisa mencapai ratusan mahasiswa.

MOU ini dilaksanakan di Gedung Pascasarjana Baru, dengan dihadiri oleh kepala, kepala kakanwil kabupaten dan kota yang pada kesempatan ini dihadiri oleh kepala kanwil Kab. Bogor dan Kota, Kanwil Sukabumi, Kanwil Cianjur dan Kanwil Depok, juga beberapa pejabat kemenentrian Agama lainnya, sementara di pihak UIKA, selain Direktur Pascasarjana dan Rektor UIKA Bogor, Hadir juga, Para Pembantu Rektor, I,2 dan 3, para kepala Program Studi di tingka Pascasarjana, Dekan-dekan Fakultas, Kepala-kepala Biro dan Lembaga, serta tak ketingalan Ketua Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor juga turut hadir dalam penandatanganan MOUyang diselenggarakan 5 Mater 2012 ini.
Baca Selengkapnya | Kakanwil Depag Jawa Barat menandatangani MOU dengan Pascasarjana UIKA Bogor terkait peningkatan SDA dan Pendidikan

4 Mar 2012

Pejabat Struktural Fakultas Ilmu Kesehatan Resmi di Lantik


WARTA-UIKA: 03 Maret 2012, tepatnya pukul 10.00 WIb, Rektor UIKA resmi melantik pejabat struktural baru Fakultas Ilmu Kesehatan sekaligus melantik pejabat Program Studi Teknologi Pendidikan dan Program Studi Pendidikan Islam pascasarjana UIKA Bogor.

dalam sambuan pelantikan ini rektor mengucapkan rasa syukur yang teramat dalam, karena pelantikan yang dilaksanakan ini adalah sebagai bukti bahwa UIKA telah resmi memiliki Fakultas baru, yaitu fakultas Ilmu kesehatan dengan program studinya Kesehatan Masyarakat. yang nantinya, beliau menambahkan goal kedepan akan dibuka program studi keperawatan dan kebidanan untuk selanjutnya membuka Fakultas Kedokteran pungkasnya. yang langsung direspon oleh hadirin yang hadir dengan mengucapkan amin secara serentak.

dengan dilantiknya pejabar Fakultas ilmu kesehatan ini, maka resmilah sudah fakulas ke enam yang ada di UIKA ini beroperasi dan direncanakan mula senin ini (red:5 Maret 2012) semua kegiatan perkantoran dan tata usaha FKES sudah berjalan sebagai mana fakulas-fakultas yang lainnya. (AZS)

Baca Selengkapnya | Pejabat Struktural Fakultas Ilmu Kesehatan Resmi di Lantik

23 Jan 2012

Mandiri Young Technopreneur Award

Gambar: Suasana Workshop Wirausaha Muda Mandir 2012

Azies-site: PT Bank Mandiri Tbk menggelar Expo Wirausaha Muda Mandiri untuk memfasilitasi para wirausahawan muda di Indonesia. Perhelatan akbar itu dilaksanakan pada 19-22 Januari 2012 di Jakarta Convention Center.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan, program Wirausaha Muda Mandiri bertujuan mengubah pola pikir mahasiswa maupun alumni perguruan tinggi untuk mulai berwirausaha, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Kami yakin bahwa dengan meningkatnya angka kewirausahaan, maka tingkat kesejahteraan bagi lingkungan sekitar pun akan meningkat. Kondisi ini dapat mendorong roda perekonomian Indonesia. Sebab, wirausaha dapat membuka lapangan kerja baru dan akan membantu menurunkan angka pengangguran," kata Pahala N. Mansury.

Expo yang dihadiri 11 ribu mahasiswa itu diharapkan dapat menjadi pertemuan pemikiran bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan akademisi dalam merealisasikan komitmen pengembangan kewirausahaan di Indonesia. Di Indonesia, saat ini jumlah wirausahawan hanya sekitar 0.24 % dari jumlah penduduk usia kerja (data BPS 2010). Padahal, di negara maju rata-rata wirausahawan mencapai 2% dari populasi penduduk usia kerja.

Menurut Pahala, minat generasi muda untuk berwirausaha semakin meningkat, seperti terlihat dari lonjakan peserta kompetisi Wirausaha Muda Mandiri pada 2011. Sebanyak 3.751 mahasiswa mengikuti kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2011, naik jika dibandingkan pada 2010 sebanyak 3.294 peserta.

Dalam rangkayan puncak, di berikan beberapa kategori penghargaan bagi young teknopreneur dan para interpreneur muda dari kalangan mahasiswa, alumni dan pascasarjana. Acara dimeriahkan oleh penampilan enterpreneur muda Sandiaga Uno, para bintang film Arisan, dan ditutup dengan penampilang The Changcuter.
Baca Selengkapnya | Mandiri Young Technopreneur Award

30 Des 2011

Indonesia masih membutuhkan banyak Insinyur (Sarjana Teknik)

Oleh : Nurdin Al-Azies

Dalam beberapa dekade ini, hampir setiap negara berkembang terus menggalakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pasalnya mau tidak mau semua negara harus berkompetisi mempersiapkan diri menuju era perdagangan bebas dunia sesuai dengan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) dan World Trade Organization (WTO), dimana era perdagangan bebas ini akan berdampak ganda, disatu sisi memberikan peluang kerja seluas-luasnya antar negara, namun disisi lain meberikan persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu tatangan dimasa mendatang adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif disemua sektor industri dan sektor jasal.

Melihat kenyataan inilah, menurut direktur ekskutif, persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rudianto, Jumlah lulusan S1 Teknik masih minim di Indonesia, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dalam kurun waktu 2011 ini jumlah lulusan S1 teknik hanya tercatat sekitar 37 ribu. Sedangkan kebutuhannya bisa mencapai dua kali lipatnya, artinya Indonesia harus meningkatkan sarjana tekniknya sekitar 50 persen dalam jangka waktu lima tahun kedepan.

Sementara ketika media mengkonfirmasi mengenai sejauh mana universitas meluluskan sarjana-sarjana tekniknya, tanggapannya sama, lulusan teknik dilihat lebih sedikit ketimbang lulusan-lulusan program-program keahlian yang lainnya. Contoh saja di Universitas Ibn Khaldun Bogor, tahun ini UIKA meluluskan 630 Mahasiswa, akan tetapi lulusan mahasiswa Fakultas teknik Universitas Ibn Khadun Bogor jauh lebih sedikit dari pada lulusan-lulusan fakultas lainnya di Universitas yang berkedudukan di Bogor ini.

Tahun ini Fakultas Teknik UIKA hanya meluluskan 19 Sarjana Teknik, dengan rincian 9 Sarjana dari Program studi Teknik Sipil, 4 Sarjana dari Program studi Teknik Mesin, 1 Sarjana dari Program studi Teknik Elekto dan 5 Sarjana dari Program studi Teknik Informatika.

Padahal Menurut Staff Ahli Mentri Bidang Teknologi Prof Kamalamullah Ramly sesuai di kutif dari Harian Republika (Jumat, 30/12/11) bahwasannya pendidikan sains dan technologi mampu meningkatkan daya saing bangsa, ia mengatakan insinyur itu tulang punggung kemajuan ekonomi sebuah bangsa. Apalagi, melihat fakta saat ini, Indonesia harus bergeser peran dari penghasil bahan baku, menjadi prdusen berbasis teknologi.

“Ketika kita masuk teknologi, kita butuh insinyur dalam jumlah yang sangat banyak Vital menurut saya, makanya kita harus produksi insinyur dalam arti sebenarnya, jangan S1 insinyur tapi S2 nya lain lagi”, Ujar ramly dalam seminar Nasional Meningkatkan Daya Saing Bangsa melalui Pendidikan Sains dan Teknologi, di Auditorium Institut Sains Teknology Nasional (ISTN) Bumi Srengseng Indah, Jakarta selatan penan lalu.
Baca Selengkapnya | Indonesia masih membutuhkan banyak Insinyur (Sarjana Teknik)

8 Okt 2011

Kedewasaan adalah karakter.


Sering kita mencari-cari definisi dari sebuah kedewasaan, akan tetapi sering kali pula kita terbentur dengan jawaban-jawaban yang memusingkan dahi kita, berkata kedewasaan terkadang berhubungan dengan faktor usia, sudah berapa lama kita hidup didunia, atau bertanya berapa usia kita saat ini, jika angka nya tinggi, angka itulah yang akan mewakili nilai dari sebuah kedewasaan yang kita miliki.

Akan tetapi ketika kita melihat realitas yang ada saat ini yang terjadi didalam kehidupan kita, mungkin teori diatas bisa terbantahkan, bahwasannya faktor usia bukan merupakan satu-satunya faktor penghitung nilai kedewasaan seseorang. Lantas sesungguhnya apa arti kedewasaan itu? Dan bagaimana cara mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?
Nah, inilah yang akan coba saya bahas dalam tulisan pada kesempatan ini, yang merupakan salah satu ringkasan dari mentoring bisnis rutinan yang saya ikuti.

Satu ungkapan awal yang saya catat pertama kali dari pertemuan pada kesempatan itu adalah :
“Kedewasaan itu bagaikan melihat kubus dari 6 sisi” apa artinya, artinya adalah orang bisa di katakan dewasa apa bila dia mampu melihat suatu permasalahan yang dihadapinya dari berbagai sudut, tidak hanya dari sudut pandang dirinya sendiri. Dia bisa memiliki sifat netral dan menjadi penengah terhadap berbagai konflik yang ada, dia mampu mengendalikan emosionalnya dari berbagai interpensi dengan tujuan agar bisa menyelesaikan suatu permasalahannya dengan lebih elegan dan dan intelek.

Mampu mengatasi masalah dengan pengendalian emosi yang baik, cepatan, tepatan dan akuratan adalah salahsatu tanda bahwasanya seseorang bisa dikategorikan memiliki sifat kedewasaan yang tinggi, ketika otot tidak mendominasi otaknya, maka inilah sifat dari kedewasaan itu.

Tolak ukur nya ada pada bagaimana dia bersikap terhadap permasalahan yang dihadapi, usia bukanlah tolak ukur yang tepat untuk menilai orang itu dewasa atau tidak.
Intinya kedewasaan adalah “ karakter”.

Semakin seseorang di hadapkan pada masalah-masalah yang memuntut untuk diselesaikan, maka akan semakin cepat dia mencapai kedewasaannya, artinya untuk mengakselerasi kedewasaan yang kita miliki, hendaknya kita hidup berada pada lingkungan dinamis, yang ketika orang-orang standar hanya sibuk memikirkan masalah hatinya, seseorang yang hebat, dia justru pada kesempatan yang sama sedang sibuk mencari solusi besar yang dampaknya tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, akan tetapi jauh dari pada itu dampaknya berpengaruh terhadap umat.

Maka ada satu pepatah mengatakan, “ berbahagialah orang-orang yang setiap harinya menghadapi masalah, karena dengan masalah itulah kita mendapatkan berbagai solusi”.
Dari solusi yang kita hadapi inilah kita belajar mengenai kedewasaan, semakin stabil dalam menghadapi masalah maka akan semakin kita terlihat dewasa, walau dalam kenyataannya usia yang kita miliki masih terhitung belasan tahun. Akan tetapi kembali kepada faktor-faktor kedewasaan diatas, faktor usia bukanlah faktor yang paling dominan dalam menentukan seberapa tinggi kedewasaan kita. Olak
Karakter kita lah nantinya yang akan menjadi tolak ukur apakah kia sudah dewasa atau tidak dalam segala hal.
Baca Selengkapnya | Kedewasaan adalah karakter.

23 Jul 2011

UIKA kirim Mahasiswanya untuk Penelitian dan KP ke Malaysia

Bapak. T Abd Majid ( Tengah ) saat mendampingi UUM melakukan MOU dengan UI

Universitas Ibn Khaldun Bogor saat ini tengan melakukan langkah-langkah panjang, pasalnya beberapa bulan kedepan UIKA bogor tengah mempersiapkan beberapa MOU dengan Universitas-universitas yang ada di asia, dan beberapa negara lainnya.

Ditemui redaksi Warta-UIKA selepas menghadiri pertemuan MOU antara Universias Utara malaysia dengan Universitas Indonesia di jakarta, bapa T Abd Majid selaku Pembantu Rektor bidang Akademik UIKA Bogor menjelaskan, "kita di undang untuk menghadiri MOU antara UI dengan UUM, bukan undangan dari UI, melainkan justru undangan ini datang dari UUM yang meminta kami untuk menemani pada saat penandatanganan MOU ini, karena sebelumnya UIKA dengan UUM telah terlebih dahulu melakukan MOU dibanding dengan UI yang baru dilaksanakan hari ini (23/07/11)".Beliau menambahkan, "selain ini Insya Allah pada tanggal 25 Kami rengrengan Pejabat UIKA bogor akan bertandang ke malaysia untuk melakukan MOU dengan Perguruan Tinggi Swasta Islam se Asia Tenggara yang akan dilaksanakan di penang malaysia nanti, selanjutnya kami langsung akan melaksanakan pertemuan dengan Unipersiti selangor malaysia guna menyerahkan 2 mahasiswa kami untuk melaksanakan penelitian dan Kerja Praktek di UNISEL selama kurang lebih satu Bulan di bulan agustus nanti.

pengiriman mahasiswa kami ke UNISEL ini adalah bentuk dari program kerjasama yang telah ditandatangani beberapa bulan sebelumnya, kami menyambut baik kerjasama tersebut dan kami memulai langkah cepat dengan mengirimkan 2 mahasiswa kami yaitu sodara Nurdin Alazies dengan Rian septiana, kedua mahasiswa ini merupakan mahasiswa pertama yang kami kirim untuk melakukan KP diluar negri dan kami telah memilih beberapa mahasiswa yang kompeten dan mereka dipilih untuk melaksanakan KP tersebut.

Baca Selengkapnya | UIKA kirim Mahasiswanya untuk Penelitian dan KP ke Malaysia

15 Jul 2011

SEMINAR SEHARI TEKNOLOGI INFORMASI PENDIDIKAN

( Zainal Abidin ( Batik), Budi Susetyo (Hitam), Foni Agus Setiawan (Coklat)
sedang memberikan materi pada seminar yang Teknologi Pendidikan di UIKA Bogor


berlatar belakang pendirian program studi baru pada program pascasarjana UIKA Bogor, Seminar yang bertajuk Teknologi pendidikan yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik informatika Fakultas Teknik UIKA Bogor ini, mendatangkan 3 pembicara anatara lain Bapak Foni Agus Setiawan S. Kom M.Kom ( Peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ), Dr. Zainal Abidin Arif M.Sc (Ketua Prodi S2 Teknologi Pendidikan UIKA) Victor Terinate ( Direktur Telematika BNSP).

Ketiga pembicara ini memaparkan tentang pentingnya implementasi Teknologi bagi pendidikan, dalam sambutannya dekan FT UIKA Bapak Arief Goeritno mengungkapkan, seminar ini bertujuan selain mempromosikan Prodi baru di Program pascasarjana UIKA Bogor, seminimar ini pula dihadirkan agar para civitas akademika yang bergerak khususnya dibidang IT bisa menyadari bagaimana pentingnya implementasi ilmu yang diajarkan di bangku kuliah utuk pendidikan, sehingga perlu adanya suatu semangat baru dalam menjalani perkuliahan. Tambahnya, dalam seminar inipula akan dipaparkan mengenai sertifikasi propesi sebagai penunjang dan bukti tambahan lain bahwa lulusan fakultas teknik khususnya teknik Informatika adalah para propesional yang mempuni dibidangnya.


Seminar yang dimula pukul 9.00 Wib ini diikuti oleh sekitar 100 Peserta dengan latarbelakang dan profesi yang berbeda-beda, dengan antusias para peserta mendengarkan para pembicara yang dihadirkan
Baca Selengkapnya | SEMINAR SEHARI TEKNOLOGI INFORMASI PENDIDIKAN

27 Jun 2011

Kunjungan Duta Besar Tunisia Ke UIKA

Kunjungan Duta besar Tunisia ke UIKA Bogor pagi tadi ( red: 27/06/11) Universitas Ibn khaldun Bogor (UIKA) kedatangan tamu spesial. UIKA kedatangan tamu dari kedutaan tunisia, Mohamed Hassairi. duta besar tunisia ini berkunjung ke UIKA dengan maksud ingin membicarakan kembali MOU atau nota kerjasama yang pernah ditandatangani UIKA beberapa tahun silam degengan tunisia.

dalam sambutannya Mohamed Hassairi, mengungkapkan kekagumannya kepada Universitas Ibn Khladun Bogor atas kemajuan pesat yang diraih dari tahun-ketahun hingga bisa eksis dan menjadi salah-satu kampus Islam terbesar di kota bogor. selain itu beliau mengungkapkan rasa terimakasih kepada UIKA yang bersedia mengabadikan salah-satu tokoh besar yang dilahirkan ditunisia ini menjadi nama universitas, " ini merupakan rasa kebanggaan kami sebagai warga negara tunisia" dalam kunjungannya ke UIKA ini, beliau berkesempatan untuk sedikit menjabarkan mengenai kondisi yang dialamu oleh negaranya mengenai pasca revolusi yang telah terjadi beberapa bulan lalu.

beliau mengungkapkan revolusi yang terjadi di belahan dunia Arab termasuk di gerinya adalah hal lumrah dan biasa saja. “Sama seperti di negara manapun, yang namanya revolusi itu adalah lazim dan tidak perlu dikhawatirkan, ujarnya kepada azies-site disela-sela kunjungan ke UIKA kemarin.

Menurut Hassairi, saat ini kondisi negerinya sudah stabil dan tidak terjadi gejolak lagi. Pemerintahan transisi juga melaksanakan tugasnya dengan baik dalam mengawal perubahan di
negerinya. “Kita berharap hingga proses pemilihan nanti, semoga situasinya tetap aman dan damai,” katanya.

Ia juga menampik jika proses revolusi dan reformasi di Tunisia muncul karena adanya faktor-faktor eksternal, terutama intervensi asing. “Namanya perubahan itu pasti terjadi. Jadi kita tidak bisa mengambil kesimpulan bahwa apa yang terjadi di Tunisia maupun negara-negara Arab lainnya merupakan akibat intervensi asing,” ia menegaskan.

Sebagai seorang duta besar yang bertugas di negara dengan penduduk Muslim terbesar di Indonesia, Hassairi mengaku bangga dan merasa terhormat. “Walaupun jauh secara geografis, namun hubungan Indonesia dengan Tunisia sangat dekat. Semoga hubungan dan kerjasama antara kedua negara yang bersaudara ini kian erat dan maju di masa yang akan datang,” tutupnya.
Baca Selengkapnya | Kunjungan Duta Besar Tunisia Ke UIKA

14 Jun 2011

IKAFAI rencanakan adakan Reuni Akbar

Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Agama Islam (IKAFAI) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) terus menunjukkan dirinya sebagai lembaga pemersatu alumni Fakultas Agama Islam UIKA. Mereka ingin eksis membesarkan almamaternya dan turun mencerdaskan masyarakat. Namun sebelum mimpi itu diraih, mereka mengagendakan reuni akbar sekaligus launching organisasi di Masjid Al-Hijri, Kampus UIKA, Sabtu (18/6) mendatang.

Menurut Ketua IKAFAI UIKA, Memed Jalaluddin, reuni akbar ini merupakan implementasi dari peluncuran program pertemuan rutin bulanan berupa stadium general. Tujuannya, mengajak para alumni berbagai angkatan untuk bergabung dengan organisasi ini. “Kami datang untuk mengabdi dan memberi. Itu prinsip yang kami pegang agar bisa eksis di tengah masyarakat.
Kami ingin memberikan manfaat besar bagi alumni, almamater dan masyarakat luas,” ujar Memed yang memimpin pengurus IKAFAI dalam kunjungannya ke redaksi Radar Bogor, Minggu (12/6). Ia mengatakan, hingga kini ada ribuan alumni FAI UIKA yang telah mengabdi di masyarakat. Nah, organisasi ini hadir untuk membantu profesi alumnus itu. “Rekan-rekan kami ada yang menjadi guru, dosen, bahkan pimpinan kantor urusan agama. Kami ingin keberadaan mereka benar-benar bisa dirasakan masyarakat,” ujar pimpinan Yayasan Birul Walidain itu. Sekretaris IKAFAI UIKA, Ahmad Fahir, mengatakan, organisasi siap bekerjasama dengan pihak lain dalam upaya menyejahterakan masyarakat.
Atas dasar itu, mereka menggandeng media agar program yang telah disusun bisa berjalan efektif. “Kami paham, IKAFAI dan Radar Bogor punya visi yang sama, yaitu membantu menyejahterakan masyarakat. Kami juga siap bekerjasama dengan pihak lain,” ujar mantan aktivis dan wartawan itu.
Baca Selengkapnya | IKAFAI rencanakan adakan Reuni Akbar

7 Jun 2011

Karya Civitas Akademika UIKA

Karya Civitas Akademika UIKA


Warta-UIKA : Prestasi gemilang ditorehkan civitas akademika Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Hendri Tanjung dan Irfan Azizi. Dua dosen ini berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis novel ekonomi syariah pertama.

MURI mencatatkan novel berjudul Econom sebagai novel ekonomi syariah pertama dengan urutan rekor MURI ke- 4923. Penyerahan piagam diserahkan langsung Manajer Senior MURI, Paulus Pangka kepada penulis novel Hendri Tanjung di kantor MURI, Jalan Perintis Kemerdekaan No 275, Semarang, Jawa Tengah.
“Novel Econom terbitan Azam ini adalah novel pertama yang berbasis syariah di Indonesia. Diperkuat dengan rekomendasi Direktur Kepatuhan BNI Syariah tanggal 23 Mei 2011dan Perum LKBN Antara,” ungkap Paulus. Ia menjelaskan, Econom merupakan novel pertama yang mengangkat pengenalan ekonomi syariah sebagai tematik dari substansi dalam cerita.

“Jadi berdasar dari dua rekomendasi tersebut, kami menilai novel ini layak dicatatkan di museum untuk kriteria pertama,” katanya. Ditemui di UIKA, Henri Tanjung mengatakan, sebuah kebanggaan jika karyanya dicatat di MURI. Selama ini, terang dia, novel selalu diidentikkan sebagai karya tentang cinta dan problematikanya. Melalui Econom, ia berusaha menuangkan dunia ekonomi syariah, khususnya bank syariah, ke dalam novel.

“Saya sengaja mengemas buku dalam bentuk novel agar pembaca tidak bosan. Karena itu, pesan tentang ekonomi syariah lebih mengena di benak pembaca,” katanya. Dengan bahasa populer, imbuhnya, tentu masyarakat awam akan lebih mengerti dan memahami tentang ekonomi syariah.

Dia juga menilai, kini masyarakat Indonesia hanya sebagai penonton bank syariah, dan bukan sebagai pemain. Artinya, publik lebih banyak mengamati bank syariah daripada menyimpan uang di bank syariah. “Kalau jadi pemain, tentu menyimpan uang di bank syariah. Di situ jauh lebih menguntungkan,” kata penulis kelahiran 30 Mei 1972 ini.

Hendri Tanjung ( Batik Kuning ) sesaat mendapatkan Piagam Penghargaan Peraih REKOR MURI
(Musium Rekor Dunia Indonesia)

Baca Selengkapnya | Karya Civitas Akademika UIKA

6 Jun 2011

Teknik Informatika UIKA Bogor, menjadi tempat Sertifikasi Badan Sertifikasi Nasional

Teknik Informatika UIKA Bogor, menjadi tempat Sertifikasi Badan Sertifikasi Nasional

dengan meningkatnya standar mutu yang diterapkan di Fakultas Teknik UIKA Bogor, maka dengan Itu pula Program Studi Teknik Informatika, mulai membrlakukan kebijakan baru yang tentunya menjadi satu standar khusus untuk para mahasiswanya. dimana mahasiswa yang akan menempuh sidang skrifsi di wajibkan untuk memiliki 2 sertivikasi propesi minimal di akui dan berstandar nasional. Dengan itu pada tanggal 27 Mei 2011, Program studi Teknik Informatika resmi membuka program sertivikasi CCNA, MULTIMEDIA, dan berbagai sertifikasi profesi lainnya.

dengan menggandeng LSP Telematika yang berada dibawah BNSP, UIKA didaulat menjadi tempat Assesment Kompetensi ( TAK ), dimana nantinya Bagi siapapun yang ingin melakukan sertifikasi profesi bisa langsung mendatangi Teknik Informatika, dan hingga saat ini ternyata hanya satu tempat asssesment yang ada di kota bogor.

Saat di temui redaksi, Budi Susetyo selaku Kepala jurusan Teknik Infirmatika UIKA, menjelaskan "nantinya lulusan UIKA, akan memiliki standar mutu tersendiri, untuk awal-awal memang terlihat meribetkan, akan tetapi ketika semua lulusan Teknik Informatika sudah memiliki sertivikasi profesi berstandar nasional bahkan Internasional seperti CCNA, saya kira justru bisa membantu para mahasiswa dalam menentukan langkah masa depannya.hal ini tambah beliau merupakan sebuah bentuk tanggungjawab dari nya sebagai kajur TI untuk menerapkan standar mutu bagi para lulusannya supaia diakui di dunia kerja.


Baca Selengkapnya | Teknik Informatika UIKA Bogor, menjadi tempat Sertifikasi Badan Sertifikasi Nasional

30 Mei 2011

Econom, Novel ekonomi syariah pertama di Indonesia

Judul Novel: Econom
Tebal: 224 halaman
Terbitan: Azam
Penulis:

  1. Hendri Tanjung (Doktor International Islamic University of Islamabad, Pakistan), Pembimbing FLP Pakistan, Sekretaris Kaprodi Ekonomi Syariah Pascasarjana UIKA Bogor.
  2. Irfan Azizi (Mahasiswa magister International Islamic University of Islamabad, Pakistan), anggota FLP Pakistan
Harga: Rp 35.000,-

Resensi
Syauqi Dunya adalah salah seorang yang mempunyai perhatian terhadap perkembangan tata perekonomian syariah. Ia sering resah dengan kapitalisasi perekonomian. Geram terhadap seluruh fakta ketidakadilan di masyarakat, yang terus-menerus melahirkan komunitas-komunitas nestapa.

Ia bertekad menumbuhkan semangat kepada masyarakat untuk menjalankan perekonomian berlandaskan keadilan, perekonomian yang jauh dari sikap saling libas, perekonomian yang menjunjung tinggi solidaritas kemanusiaan.

Ia yakin suatu saat negeri ini akan mampu merasakan kemakmuran yang ditelurkan oleh usaha-usaha perekonomian yang berbasis keadilan dan kepedulian ini. Inilah sejumput rahmat Islam di sektor ekonomi. Sejumput rahmat ini harus bisa ditebarkan ke seluruh saentro negeri ini.

Ragam aneka persekongkolan pajak dan lonjakan harga-harga dengan penuh keangkuhannya itu telah membuat hatinya miris. “Ini tidak boleh dibiarkan”. Ujarnya sesaat.

“Kenapa pajak airport mahal?” gumamnya suatu ketika di pojok bangku pesawat yang ia tumpangi. Ah… itu hanya sekelumit urusan uang dalam hidup kita, yang ia gumamkan. Tapi yang sekelumit itu sudah menyatu dengan sekelumit lainnya. Yang sekelumit itu sudah menggunung. Maka kita memang harus segera berbuat. Kita harus membebaskan bangsa ini dari kapitalisme perekonomian. Karena sistem ini telah menjerat leher anak bangsa. Membuat rakyat miskin semakin miskin.

Ekonomi syariah mencitakan tersemainya kehidupan yang tentram, damai, dan akur. Itu cita seorang Syauqi Dunya. Itu juga seharusnya menjadi cita kita semua sebagai seorang muslim yang merindukan kesejahteraan merata ke seluruh pelosok negeri.

“Seandainya seluruh anak negeri ini, terutama mereka yang muslim, memilih bank syariah sebagai tempat untuk menyimpan uangnya, mungkin perjuangan mewujudkan tata perekonomian syariah tidak akan sulit.” Demikian ujarnya, mengidam-idamkan.

Syauqi Dunya yang kini seorang dosen di sebuah Universitas Islam akan menceritakan bagaimana perkembangan perbankan syariah kini. Ia juga akan berbagi tentang formula, guna kebangkitan perbankan syariah.

Baginya, perjalanan pasang surut bank syariah tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan SDM yang melingkupinya. Maka ia juga bertutur tentang karakteristik seorang SDM perbankan syariah, yang dengan kerja-kerjanya, perbankan syariah akan terus melesat di pelataran perekonomian negeri ini.

Perjuangan menegakkan ekonomi syariah bukanlah perjuangan institusional semata yang sangat membutuhkan good will pemerintah, namun juga perjuangan sosial yang menyangkut kesejahteraan hidup rakyat banyak. Perjuangan yang juga membutuhkan sekian banyak sumbedaya insani dan dukungan dari berbagai pihak dalam bentuk apapun, demi mewujudkan keadilan, kesejahteraan, pemerataan dan kestabilan negara.

Econom adalah novel yang berlandaskan cerita nyata seorang pegiat ekonomi syariah. Novel ini hadir untuk memberikan pencerahan dan gambaran yang jelas tentang keunggulan ekonomi syariah. Novel ini juga ditujukan sebagai penyemangat gerak kemajuan ekonomi syariah, agar penduduk negeri ini yang mayoritas muslim mampu memahami dengan baik komponen solusi Islam di bidang perekonomian.

Pencerahan tentang berbagai hal yang selalu menjadi pertanyaan bagi masyarakat mengenai keunggulan ekonomi syariah dalam memajukan sektor riil sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi, keragu-raguan terhadap sistem perbankan syariah, kepedulian terhadap masyarakat dhuafa, hingga prospek masa depan ekonomi syariah di jelaskan lugas dan cukup detil melalui rangkaian narasi, dialog dan diskusi, sehingga membaca novel ini ibarat hadir dalam perkuliahan namun tidak terkesan membosankan bahkan menjadi sangat menarik untuk di simak karena dipaparkan dalam cerita-cerita yang berkesan dan menyentuh hati. Alur ceritanya yang disetting sedemikian rupa membuat pembaca jadi penasaran. Inilah salah satu kelebihan novel ini selain substansinya yang berlatar belakang ekonomi syariah.

Bagi saudara-saudara non-muslim, novel ini semoga mampu memberikan gambaran yang baik tentang keuniversalan ajaran Islam. Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan tanpa memandang status dan agama seseorang. Islam yang menghendaki kesejahteraan tersebar merata ke setiap warga masyarakat tanpa membeda-bedakan SARA. Maka, jika memang sistem ekonomi syariah baik untuk kemajuan negeri ini, juga kesejahteraan masyarakatnya, mngapa kita tidak bersama mendukungnya sebagai sebuah solusi keterpurukan ekonomi.

Econom adalah serial pertama dari rangkaian novel pengenalan ekonomi Syariah. Insya Allah serial selanjutnya akan segera hadir. Selamat membaca!

Baca Selengkapnya | Econom, Novel ekonomi syariah pertama di Indonesia

23 Mei 2011

Pasha Ungu Hadiri Dialog Interaktif UIKA


Bogorplus.com - Dialog interaktif dalam rangka Milad Universitas Ibnu Khaldun Bogor,yang dilaksanakan di Aula Lantai 3 Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin (23/5/11), mengangkat tema tentang "Determinasi Peran Pemuda dalam Melahirkan Generasi Sadar Hukum yang Jujur, Adil dan Konsisten".

Dalam dialog interaktif kali ini, dihadiri vokalis band ternama Pasha Ungu, yang hadir sebagai bintang tamu pada acara tersebut. Kehadiran Pasha Ungu, ternyata mendapat perhatian para peserta.

Selain Pasha Ungu, hadir pula sebagai pembicara dari Ketua Komisi A DPRD, Ade Munawaroh SH, Ibrahim Fajri, S.H M.E.I, perwakilan dari Polres Bogor Kota, Kanit Sospol, Djanahuri. SH.

Baca Selengkapnya | Pasha Ungu Hadiri Dialog Interaktif UIKA

22 Mei 2011

Pondok Pesantren Pencetak Imam Masjid kini resmi dibuka “( Peresmian Ponpres HILAL Bogor )

Warta-UIKA: Tidak jauh dari kediaman ketua partai bulan bintang yang pernah menjabat mentri kehutanan RI Priode SBY, tengah diadakan peresmian Pondok pesantren Hilal Bogor, tepatnya di Jl. Kranji Ujung RT 04/04 Budi Agung, Kelurahan Sukaresmi, Tanah Sareal – Kota Bogor.

Hadir pada peresmian tersebut Prof. KH. Didin Hafidhudin ( Keua Baznas, Dir. Pascasarjana UIKA Bogor), MS. Ka’ban ( Ketua Umum Pbb) , Ust. Fadhlan (Dai Tokoh Perubahan 2010 Versi Republika), Ust. Sambo (Pembina Yayasan Hilal Bogor, Pengagas Gerakan Moral Sholat Khusuk untuk Kejayaan Indonesia ( Gema SKKI ), para kyai dan para Ustadz-ustadz , Tokoh alim ulama, serta Masyarakat sekitar turut menyemarakan peresmian Pesantren ini.

Dalam sambutan ketua pembina pesantren hilal bogor, Ust Sambo menerangkan latar belakang didirikannya pesantren hilal bogor ini adalah “melihat perkembangan Umat Islam saat ini yang semakin pesat dan jumlah-jumlah masjid di indonesia semakin bertambah, maka dianggap perlu diupayakan untuk merekrut para kader dari kaum muslimin untuk dibekali dengan ilmu dan seperangkat keahlian penunjang lainnya, agar mereka siap memakmurkan masjid-masjid di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai kegiatan.

Guna mewujudkan keinginan yang mulia inilah maka Yayasan Hilal Bogor, mendirikan pesantren yang akan menjalankan misi strategis menghasilkan imam mesjid yang memiliki kemampuan memimpin dan membimbing jamaah untuk melakukan sholat dengan khusuk dan ibadah yang berkwalitas, serta mampu membina dan mengembangkan potensi spiritual, ekonomi dan sosial masyarakat sekitar”.

Dalam peresmian ini pula dilaksanakan solat Tasbih, sebagai bentuk rasa syukur dan meminta pengampunan dosa dari Allah SWT. Selanjutnya dimeriahkan dengan Tausiyah Prof. KH. Didin Hafidhudin dan MS Ka’ban.

Prof. KH. Didin Hafidhudin, dalam tausiyah umumnya mengemukakan rasa syukurnya karena masih ada para pemikir-pemikir umat yang mempunyai gagasan seperti apa yang menjadi visi misi dari peresmian pesanren hilal bogor ini. “ semoga dengan adanya pesantren pencetak para imam mesjid ini akan menimbulkan geliat semangat beribadah yang tinggi dari masyarakat, karena jikalau masjid-masjid sudah terisi penuh setiap waktu oleh para jamaahnya, maka ini merupakan pertanda akan ada kebangkitan umat di negri ini” pungkasinya.

Acara diakhiri dengan penarikan plang peresmian pesantren yang dipimpin oleh Prof. KH. Didin Hafidhudin dengan disaksikan oleh semua orang yang hadir, selanjutnya tak ketinggalan diresmikan pula lounching Gerakan Moral Sholat Khusuk untuk Kejayaan Indonesia ( Gema SKKI ) oleh MS Ka’Ban. Dan terakhir adalah ramah tamah yang dilaksanakan di taman kebun jambu yang ada di area pesantren hilal bogor ini. @azs
Baca Selengkapnya | Pondok Pesantren Pencetak Imam Masjid kini resmi dibuka “( Peresmian Ponpres HILAL Bogor )

19 Mei 2011

Undang Pembicara dari Berbagai Negara UIKA Jadi Tuan Rumah Seminar Islam Internasional


Undang Pembicara dari Berbagai Negara UIKA Jadi Tuan Rumah Seminar Islam Internasional

PRESENTASI: Perwakilan dari Uganda Dr Kabuye Uthman menyampaikan presentasi pada seminar internasional di UIKA, kemarin.
BOGOR-Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, mendapat kehormatan menjadi tuan rumah International Seminar on Islamic Education, yang mengangkat tema Islamization of Higher Education Model and Experiences in Muslim World, di Aula Uika, kemarin.

Menjadi kebanggaan tersendiri bagi kampus yang tengah merayakan milad emasnya itu, mengingat pembicara seminar merupakan para ahli dari berbagai negara di dunia. Di antaranya, Sudan, Mesir, Indonesia, Uganda, Kanada dan Malaysia. “Seminar ini merupakan kehormatan bagi kami. Di samping menjadi tuan rumah, seminar ini juga sesuai dengan visi misi kami yang bernapaskan Islam,” ujar Rektor Uika, Ramly Hutabarat.

Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIKA, Yusuf Shobiri menambahkan, seminar yang diselenggarakan oleh Pascasarjana UIKA itu membahas islamisasi pendidikan di perguruan tinggi (PT) bernapas Islam. Selama ini, lanjutnya, PT seperti UIKA, mengalami persoalan dalam proses pendidikan, dimana kurikulum masih didominasi pemikiran tentang sekulerisme yang memisahkan konsep pendidikan Islam dengan pendidikan umum. “Sudah menjadi kewajiban PT berlabel Islam, untuk mengisi kurikulum berdasarkan konsep tentang pendidikan Islam,” kata dia.

Seminar yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan dan daerah itu, bertujuan mencarisolusi atas persoalan dalam pendidikan Islam di Indonesia. Apakah dari sumber daya manusianya yang kurang, atau kurikulumnya yang harus diubah. Seminar juga membahas kemungkinan-kemungkinan solusi terkait legalisasi hukum dan peraturan tentang PT berlabel Islam.

Pembicara yang sengaja didatangkan dari belahan benua lain itu, diharapkan memberi gagasangagasan baru guna membantu mencari solusi. Narasumber, diminta memaparkan pengalaman serta bagaimana konsep pendidikan Islam diterapkan di negara masing-masing. Selain itu, peserta seminar akan belajar dari cara negara lain mengelola kurikulum dan terkait pendidikan Islam. “Seminar yang berjalan hingga 19 Mei 2011, diharapkan memberi pandanganpandangan baru terhadap pengelolaan kurikulum pendidikan di tanah air,” imbuhnya.

Seperti yang dituturkan salah satu pembicara, E Bahruddin yang menyikapi masalah sumber daya manusia. Menurut dia, kompetensi kepala madrasah maupun tenaga kependidikan merupakan gambaran kualifikasi atau kemampuan baik yang bersifat kuantitatif ataupun kualitatif. Sehingga, pekerjaan memimpin kepala madrasah tidak bisa dilaksanakan kepada setiap orang yang berilmu. Melainkan, sambungnya, pemimpin tersebut harus juga memiliki kompetensi dalam kepemimpinan di dunia pendidikan secara umum.
Baca Selengkapnya | Undang Pembicara dari Berbagai Negara UIKA Jadi Tuan Rumah Seminar Islam Internasional