23 Jan 2012

Mandiri Young Technopreneur Award

Gambar: Suasana Workshop Wirausaha Muda Mandir 2012

Azies-site: PT Bank Mandiri Tbk menggelar Expo Wirausaha Muda Mandiri untuk memfasilitasi para wirausahawan muda di Indonesia. Perhelatan akbar itu dilaksanakan pada 19-22 Januari 2012 di Jakarta Convention Center.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Pahala N. Mansury mengatakan, program Wirausaha Muda Mandiri bertujuan mengubah pola pikir mahasiswa maupun alumni perguruan tinggi untuk mulai berwirausaha, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada ketersediaan lapangan pekerjaan.

"Kami yakin bahwa dengan meningkatnya angka kewirausahaan, maka tingkat kesejahteraan bagi lingkungan sekitar pun akan meningkat. Kondisi ini dapat mendorong roda perekonomian Indonesia. Sebab, wirausaha dapat membuka lapangan kerja baru dan akan membantu menurunkan angka pengangguran," kata Pahala N. Mansury.

Expo yang dihadiri 11 ribu mahasiswa itu diharapkan dapat menjadi pertemuan pemikiran bagi seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat dan akademisi dalam merealisasikan komitmen pengembangan kewirausahaan di Indonesia. Di Indonesia, saat ini jumlah wirausahawan hanya sekitar 0.24 % dari jumlah penduduk usia kerja (data BPS 2010). Padahal, di negara maju rata-rata wirausahawan mencapai 2% dari populasi penduduk usia kerja.

Menurut Pahala, minat generasi muda untuk berwirausaha semakin meningkat, seperti terlihat dari lonjakan peserta kompetisi Wirausaha Muda Mandiri pada 2011. Sebanyak 3.751 mahasiswa mengikuti kompetisi Wirausaha Muda Mandiri 2011, naik jika dibandingkan pada 2010 sebanyak 3.294 peserta.

Dalam rangkayan puncak, di berikan beberapa kategori penghargaan bagi young teknopreneur dan para interpreneur muda dari kalangan mahasiswa, alumni dan pascasarjana. Acara dimeriahkan oleh penampilan enterpreneur muda Sandiaga Uno, para bintang film Arisan, dan ditutup dengan penampilang The Changcuter.
Baca Selengkapnya | Mandiri Young Technopreneur Award

30 Des 2011

Indonesia masih membutuhkan banyak Insinyur (Sarjana Teknik)

Oleh : Nurdin Al-Azies

Dalam beberapa dekade ini, hampir setiap negara berkembang terus menggalakan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), pasalnya mau tidak mau semua negara harus berkompetisi mempersiapkan diri menuju era perdagangan bebas dunia sesuai dengan General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) dan World Trade Organization (WTO), dimana era perdagangan bebas ini akan berdampak ganda, disatu sisi memberikan peluang kerja seluas-luasnya antar negara, namun disisi lain meberikan persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu tatangan dimasa mendatang adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan kompetitif disemua sektor industri dan sektor jasal.

Melihat kenyataan inilah, menurut direktur ekskutif, persatuan Insinyur Indonesia (PII), Rudianto, Jumlah lulusan S1 Teknik masih minim di Indonesia, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Dalam kurun waktu 2011 ini jumlah lulusan S1 teknik hanya tercatat sekitar 37 ribu. Sedangkan kebutuhannya bisa mencapai dua kali lipatnya, artinya Indonesia harus meningkatkan sarjana tekniknya sekitar 50 persen dalam jangka waktu lima tahun kedepan.

Sementara ketika media mengkonfirmasi mengenai sejauh mana universitas meluluskan sarjana-sarjana tekniknya, tanggapannya sama, lulusan teknik dilihat lebih sedikit ketimbang lulusan-lulusan program-program keahlian yang lainnya. Contoh saja di Universitas Ibn Khaldun Bogor, tahun ini UIKA meluluskan 630 Mahasiswa, akan tetapi lulusan mahasiswa Fakultas teknik Universitas Ibn Khadun Bogor jauh lebih sedikit dari pada lulusan-lulusan fakultas lainnya di Universitas yang berkedudukan di Bogor ini.

Tahun ini Fakultas Teknik UIKA hanya meluluskan 19 Sarjana Teknik, dengan rincian 9 Sarjana dari Program studi Teknik Sipil, 4 Sarjana dari Program studi Teknik Mesin, 1 Sarjana dari Program studi Teknik Elekto dan 5 Sarjana dari Program studi Teknik Informatika.

Padahal Menurut Staff Ahli Mentri Bidang Teknologi Prof Kamalamullah Ramly sesuai di kutif dari Harian Republika (Jumat, 30/12/11) bahwasannya pendidikan sains dan technologi mampu meningkatkan daya saing bangsa, ia mengatakan insinyur itu tulang punggung kemajuan ekonomi sebuah bangsa. Apalagi, melihat fakta saat ini, Indonesia harus bergeser peran dari penghasil bahan baku, menjadi prdusen berbasis teknologi.

“Ketika kita masuk teknologi, kita butuh insinyur dalam jumlah yang sangat banyak Vital menurut saya, makanya kita harus produksi insinyur dalam arti sebenarnya, jangan S1 insinyur tapi S2 nya lain lagi”, Ujar ramly dalam seminar Nasional Meningkatkan Daya Saing Bangsa melalui Pendidikan Sains dan Teknologi, di Auditorium Institut Sains Teknology Nasional (ISTN) Bumi Srengseng Indah, Jakarta selatan penan lalu.
Baca Selengkapnya | Indonesia masih membutuhkan banyak Insinyur (Sarjana Teknik)

8 Okt 2011

SURAT CINTA UNTUK PEJUANG



Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh…

Teruntuk saudaraku, pejuang kebenaran, Generasi Inspirasi yang tak kenal rasa gentar dan tak peduli lelah.
Generasi Intelektual Pembangun Peradaban Indonesia........

Tak terasa Dzat Yang Maha Kuasa masih mengizinkan kita menginjak waktu dalam dimensi yang sama, namun untuk tingkatan yang berbeda dalam sebuah perjalanan panjang, bernama kehidupan…
Masih segar dalam ingatan ketika pertama kali menginjakkan kaki di bumi kampus UIKA tercinta ini, ada banyak hal yang harus kita raih, ada banyak dinamika hidup yang telah menghiasi kehidupan kita, ada banyak kenangan indah bahkan kenangan pahit pun turut menjadi bumbu indahnya perjuangan ini.
Namun kini, ketika suatu medan perjuangan terhampar luas di hadapan kita, tak bisa dipungkiri bahwa keinginan hati kita untuk mundur dan meninggalkan medan perang…Manusiawi sekali jika kita terbesit pikiran seperti itu. Namun, pernahkah kita berfikir apakah diri ini hanya milik kita pribadi ???
Saudaraku, wahai Generasi Inspirasi,.. dalam jiwa ini terkandung banyak hak untuk orang tua, kakak, adik, saudara-saudara di sekeliling kita, masyarakat, bangsa, dan negara… Mereka mempunyai hak atas kita, mereka berhak menuntut kerja nyata dari kepedulian kita! !
Saudaraku,. Kita menyadari bahwa jalan yang kita tempuh ini adalah jalan yang penuh dengan berbagai macam rintangan, godaan, dan gangguan. Kita sadar bahwa perjuangan ini sangat membutuhkan banyak pengorbanan, baik waktu, harta, bahkan jiwa kita. Namun demikian, perjuangan ini tak akan berhenti sampai disini, perjuangan kita masih sangat panjang.
Berbahagialah saudaraku,karena kita masih diberikan kesempatan dan kekuatan untuk bisa bermanfaat bagi manusia yang lain, karena kita sadar bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling besar kontribusinya dan paling bermanfaat bagi orang lain.
Saudaraku, sekarang inilah saatnya kita memberi bukan selalu saja ingin menerima, saling berbagilah dengan saudara-saudara yang lain..berikanlah kontribusi terbaik kita untuk UIKA, dan Bangsa Indonesia untuk kemudian kita persembahkan dengan ikhlas hanya kepada Allah pemilik segala urusan kita. Kita menyadari bahwa diri ini banyak kekurangan, tapi berusahalah untuk terus memberikan kontribusi terbaik sejauh yang kita mampu. Dan tentunya dengan saling menguatkan satu sama lain sebagaimana berada dalam barisan yang teratur seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.

Bersyukurlah karena masih tertancap kuat dalam hati kita dan mengalir deras bersama darah kita sebuah ideologi kebaikan. Apapun itu simbol nya, untuk kemudian kita terjemahkan dalam amal-amal besar perjuangan yang dibungkus dengan rasa keikhlasan dan ikatan persaudaraan sehingga kita bersedia berjuang dan masuk dalam barisan pejuang-pejuang yang rela hidup mulia atau mati sebagai syuhada yang tergabung dalam Almamater Mahasiswa UIKA Bogor. Yakinlah ketika kita telah membulatkan tekad dan mengikhlaskan niat kita untuk berkontribusi kebaikan bagi UIKA, dan bangsa ini, maka kita pun telah siap untuk menjadi Generasi Intelektual Pembangun Peradaban Indonesia, kita telah siap menjadi Pahlawan-pahlawan Indonesia,..seorang pahlawan yang tidak peduli apakah namanya akan dicatat dalam sejarah atau setelah mati akan dimakamkan di taman makam pahlawan, tetapi yang menjadi motivasinya adalah bagaimana meraih posisi terhormat di hadapan Allah SWT.
Bergegaslah saudaraku, genderang perjuangan akan segera ditabuh, bukan perang melawan kawan satu Almamater, Bukan Perang melawan Kawan Seagama, tetapi perang untuk mencapai kemenangan itu..bersama mengukir sejarah membangun peradaban menuju kejayaan Indonesia.
Apapun Ideologi yang kita Usung, Apapun bendera Organisasi yang kita kibarkan, Kita harus mengatur strategi perjuangan yang terbaik. Hanya orang-orang ikhlaslah yang sudi untuk menambatkan hatinya dalam medan perjuangan di Kampus yang kita cintai Kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor.
“Pekerjaan-pekerjaan besar dalam sejarah hanya dapat diselesaikan oleh mereka yang memiliki naluri kepahlawanan. Para pahlawan muncul pada situasi dan kondisi yang sulit atau sengaja dilahirkan dalam situasi dan kondisi yang sulit. Sejarah kepahlawanan muncul pada saat mereka mampu merespon tantangan-tantangan kehidupan yang berat. Pada setiap tantangan pasti ada jawaban. Dari respon itu akan lahir amal-amal besar...

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Terimakasin Untuk kawan ku yang pernah saya kenal dan yang selalu saya kenang. Dari kalian lah inspirasi besar hidup ini.

dari sahabat mu :
Nurdin Al-Azies (Redakur Warta UIKA)
Baca Selengkapnya | SURAT CINTA UNTUK PEJUANG

Kedewasaan adalah karakter.


Sering kita mencari-cari definisi dari sebuah kedewasaan, akan tetapi sering kali pula kita terbentur dengan jawaban-jawaban yang memusingkan dahi kita, berkata kedewasaan terkadang berhubungan dengan faktor usia, sudah berapa lama kita hidup didunia, atau bertanya berapa usia kita saat ini, jika angka nya tinggi, angka itulah yang akan mewakili nilai dari sebuah kedewasaan yang kita miliki.

Akan tetapi ketika kita melihat realitas yang ada saat ini yang terjadi didalam kehidupan kita, mungkin teori diatas bisa terbantahkan, bahwasannya faktor usia bukan merupakan satu-satunya faktor penghitung nilai kedewasaan seseorang. Lantas sesungguhnya apa arti kedewasaan itu? Dan bagaimana cara mengukur tingkat kedewasaan seseorang ?
Nah, inilah yang akan coba saya bahas dalam tulisan pada kesempatan ini, yang merupakan salah satu ringkasan dari mentoring bisnis rutinan yang saya ikuti.

Satu ungkapan awal yang saya catat pertama kali dari pertemuan pada kesempatan itu adalah :
“Kedewasaan itu bagaikan melihat kubus dari 6 sisi” apa artinya, artinya adalah orang bisa di katakan dewasa apa bila dia mampu melihat suatu permasalahan yang dihadapinya dari berbagai sudut, tidak hanya dari sudut pandang dirinya sendiri. Dia bisa memiliki sifat netral dan menjadi penengah terhadap berbagai konflik yang ada, dia mampu mengendalikan emosionalnya dari berbagai interpensi dengan tujuan agar bisa menyelesaikan suatu permasalahannya dengan lebih elegan dan dan intelek.

Mampu mengatasi masalah dengan pengendalian emosi yang baik, cepatan, tepatan dan akuratan adalah salahsatu tanda bahwasanya seseorang bisa dikategorikan memiliki sifat kedewasaan yang tinggi, ketika otot tidak mendominasi otaknya, maka inilah sifat dari kedewasaan itu.

Tolak ukur nya ada pada bagaimana dia bersikap terhadap permasalahan yang dihadapi, usia bukanlah tolak ukur yang tepat untuk menilai orang itu dewasa atau tidak.
Intinya kedewasaan adalah “ karakter”.

Semakin seseorang di hadapkan pada masalah-masalah yang memuntut untuk diselesaikan, maka akan semakin cepat dia mencapai kedewasaannya, artinya untuk mengakselerasi kedewasaan yang kita miliki, hendaknya kita hidup berada pada lingkungan dinamis, yang ketika orang-orang standar hanya sibuk memikirkan masalah hatinya, seseorang yang hebat, dia justru pada kesempatan yang sama sedang sibuk mencari solusi besar yang dampaknya tidak hanya berguna bagi dirinya sendiri, akan tetapi jauh dari pada itu dampaknya berpengaruh terhadap umat.

Maka ada satu pepatah mengatakan, “ berbahagialah orang-orang yang setiap harinya menghadapi masalah, karena dengan masalah itulah kita mendapatkan berbagai solusi”.
Dari solusi yang kita hadapi inilah kita belajar mengenai kedewasaan, semakin stabil dalam menghadapi masalah maka akan semakin kita terlihat dewasa, walau dalam kenyataannya usia yang kita miliki masih terhitung belasan tahun. Akan tetapi kembali kepada faktor-faktor kedewasaan diatas, faktor usia bukanlah faktor yang paling dominan dalam menentukan seberapa tinggi kedewasaan kita. Olak
Karakter kita lah nantinya yang akan menjadi tolak ukur apakah kia sudah dewasa atau tidak dalam segala hal.
Baca Selengkapnya | Kedewasaan adalah karakter.

21 Agu 2011

Selamat Idul Fitri 1432 H

Teriring gema takbir yang akan berkumandang di penghujung bulan suci ramadhan. Kegembiraan dan kebahagiaan dalam menyambut hari yang di nanti-nanti selama sebulan penuh berpuasa. Haus dahaga, lapar dan lemas yang dijalani, ibadah yang tak henti bergulir yang dilaksanakan. Semoga kita semua kembali ke Fitrah dan puasa yang selama sebulan ini tidak hanya sia-sia belaka. Semoga kita semua mendapatkan berkah dan magfirah dari Allah SWT, atas segala kebaikan dan ibadah yang kita kerjakan selama bulan suci ini. Amiin.

Segenap Warga UIKA Bogor dan Redaktur Warta UIKA mengucapkan:

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H


Baca Selengkapnya | Selamat Idul Fitri 1432 H

Pengumuman Taaruf Tahap I

Kepada Para Mahasiswa Baru UIKA Bogor

Diberitahukan bahwa Pelaksanaan Taaruf Tahap I Tahun Akademik 2011/2012:


1. Pendaftaran Taaruf

Tanggal : 07 s/d 10 Pukul 09.00 - 15.00 WIB


2. Pelaksanaan Taaruf Tahap I

Tanggal : 13 s/d 17 September 2011


3. Pengarahan dan pembagian Kelompok serta permbagian Atribut

Tanggal : 12 September 2011 pukul 08.00 - 12.00 WIB


Contact Person:

Gedung Rektorat UIKA Bogor Telp. 0251 - 8356884
Baca Selengkapnya | Pengumuman Taaruf Tahap I

23 Jul 2011

UIKA kirim Mahasiswanya untuk Penelitian dan KP ke Malaysia

Bapak. T Abd Majid ( Tengah ) saat mendampingi UUM melakukan MOU dengan UI

Universitas Ibn Khaldun Bogor saat ini tengan melakukan langkah-langkah panjang, pasalnya beberapa bulan kedepan UIKA bogor tengah mempersiapkan beberapa MOU dengan Universitas-universitas yang ada di asia, dan beberapa negara lainnya.

Ditemui redaksi Warta-UIKA selepas menghadiri pertemuan MOU antara Universias Utara malaysia dengan Universitas Indonesia di jakarta, bapa T Abd Majid selaku Pembantu Rektor bidang Akademik UIKA Bogor menjelaskan, "kita di undang untuk menghadiri MOU antara UI dengan UUM, bukan undangan dari UI, melainkan justru undangan ini datang dari UUM yang meminta kami untuk menemani pada saat penandatanganan MOU ini, karena sebelumnya UIKA dengan UUM telah terlebih dahulu melakukan MOU dibanding dengan UI yang baru dilaksanakan hari ini (23/07/11)".Beliau menambahkan, "selain ini Insya Allah pada tanggal 25 Kami rengrengan Pejabat UIKA bogor akan bertandang ke malaysia untuk melakukan MOU dengan Perguruan Tinggi Swasta Islam se Asia Tenggara yang akan dilaksanakan di penang malaysia nanti, selanjutnya kami langsung akan melaksanakan pertemuan dengan Unipersiti selangor malaysia guna menyerahkan 2 mahasiswa kami untuk melaksanakan penelitian dan Kerja Praktek di UNISEL selama kurang lebih satu Bulan di bulan agustus nanti.

pengiriman mahasiswa kami ke UNISEL ini adalah bentuk dari program kerjasama yang telah ditandatangani beberapa bulan sebelumnya, kami menyambut baik kerjasama tersebut dan kami memulai langkah cepat dengan mengirimkan 2 mahasiswa kami yaitu sodara Nurdin Alazies dengan Rian septiana, kedua mahasiswa ini merupakan mahasiswa pertama yang kami kirim untuk melakukan KP diluar negri dan kami telah memilih beberapa mahasiswa yang kompeten dan mereka dipilih untuk melaksanakan KP tersebut.

Baca Selengkapnya | UIKA kirim Mahasiswanya untuk Penelitian dan KP ke Malaysia

19 Jul 2011

Pengumuman Agenda kegiatan Penerimaan Mahasiwa Baru UIKA TA 2011 / 2012

Assalamualaikum

Wah sebentar lagi, akan ada wajah-wajah baru yang akan bergabung bersama-sama kita di UIKA, mudah-mudahan mahasiswa-mahasiwi uika, pada cakep-cakep ya...

heheh

Cakep Akhlaq dan kepribadiannya,,,...!

disini kami mau mengabarkan mengenai agenda kegiatan Penerimaan mahasiswa baru TA 2011-2012, Hasil dari surat edaran resmi yang diberikan Panitia penerimaan Mahasiswa baru 2011-2012 kepada tem Warta-UIKA. berikut infonya.


AGENDA KEGIATAN -UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR
PENERIMAAN MAHASISWA BARU GELOMBANG II & III


Pendaftaran Gelombang II :1 Mei - 30 Juni 201
Pendaftaran Gelombang III : Juli f 20 Agustus 2011


  • Batas Akhir Pengembalian Berkas : s.d. 5 September 2011
  • Tes Kompetensi Mahasiswa Baru terakhir : s.d. 6 September 2011
  • Daftar ulang (registrasi) dimulai : 1 Juli 2011
  • Penyelesaian administrasi keuangan dan daftar ulang (registrasi) paling lambat :9 September 201 1
  • Awal Perkuliahan semester ganjil 201 0/201 1 : 19 September 201 1
  • Bimbingan Akademik, Pengisian Formulir I-(RS, dan Pengambilan KI-IMD :19 s.d. 21 September 2010

  • CATATAN : Pengumuman yang berkaitan dengan (OPSPEK) akan diumumkan kemudian.
Baca Selengkapnya | Pengumuman Agenda kegiatan Penerimaan Mahasiwa Baru UIKA TA 2011 / 2012

KETIKA KUBUR MENASIHATI CALON PENGHUNINYA

KETIKA KUBUR MENASIHATI CALON PENGHUNINYA
M.Rais Ahmad

Setelah jenazah diletakkan di lubang sempit seukuran jazad, kemudian penggali kubur menutup dengan tanah bekas galian itu, nisan sementara berupa papan yang ditulisi nama, tanggal lahir dan tanggal wafat si mayit, gundukan tanah itu ditempeli potongan potongan rumput untuk menutupi tanah yang masih basah itu. Para pengantar jenazah masih menyempatkan berdoa terutama mendoakan almarhum, kadang kadang didahului dengan sambutan dari sohibul musibah dilanjutkan dengan wakil instansi bekas tempat almarhum bekerja semasa hidupnya atau ditambah lagi dari teman teman sejawatnya. Usai semua prosesi pemakaman , satu per satu mereka meninggalkan areal pemakaman dengan pikiran dan perasaannya masing-masing. Tinggallah sosok tubuh yang telah terpisah dengan ruhnya tergolek di lubang sempit yang telah ditutupi tanah yang ditaburi serpihan kembang aneka ragam warna warni di atas permukaannya. Kuburan, adalah terminal awal dalam perjalanan jauh anak manusia untuk kembali menuju ke kampung halaman asalnya yaitu kampung akhirat nun jauh disana.

Lamat-lamat ruh si mayit teringat untaian nasihat kubur yang pernah didengarnya dari salah seorang ustadz dalam pengajian yang ia hadiri semasa hidupnya. Memang betul apa yang dinyatakan oleh kubur bahwa ia tempat yang paling gelap. Ternyata ketika penggali kubur usai menimbun kuburannya, tak sedikitpun cahaya masuk ke dalam, semua dalam keadaan gelap gulita. Ketika kubur menyatakan bahwa ia adalah tempat yang paling sempit, ternyata tak ada celah tempat yang longgar bagi jasad yang terbaring di dalamnya. Kepala, ujung kaki dan tubuhnya yang diposisikan miring menghadap kiblat sangat pas dengan rongga tanah yang disisakan di bawah bambu yang tersusun di langit-langit sepanjang kuburan itu. Bila kubur menyatakan bahwa tempatnya paling sepi, maka ketika anak-anak, isteri/suami, saudara, kerabat, teman dan sahabatnya baru saja beramai-ramai mengantarkan jenazahnya semua telah kembali ke tempatnya masing-masing, tinggallah jazad dan ruhnya sendirian dalam kegelapan dan tempat yang teramat sempit. Bermunculan kemudian binatang-binatang penghuni tanah yang menjijikkan dan yang berbisa serta menyeramkan mengerubuti sosok mayat yang baru untuk dijadikan santapan lezat sebagai rezki untuk penyambung hidup mereka. Tidak berapa lama terdengar suara yang sangat mengagetkan diikuti kehadiran dua malaikat Munkar, Nakir dengan tegas melaksanakan perintah Allah menanyai ruh yang telah terpisah dari jazadnya.

Apa yang dinyatakan oleh kubur yang pernah ia dengar dari ustadz dulu sungguh kini menjadi kenyataan. Sebuah pengalaman baru yang tak pernah terbayang dan terpikirkan secara sungguh-sungguh semasa hidupnya, Cuma terlintas saja dalam pikiran, tak pernah direnungkan, apalagi dibayangkan bakal terjadi seperti pengalaman pertamanya hari ini. Berapa lama kiranya keadaan ini akan dialaminya, dia juga tak pernah ingin tahu selama ini. Yang jelas akan jauh lebih lama dari umurnya semasa hidup di dunia.

Jika di tempat ini merupakan terminal awal dari perjalanan jauh anak manusia kembali kehadirat Tuhannya, maka tahap berikutnya adalah hari kebangkitan setelah terjadinya kejadian yang teramat dahsyat menimpa dunia dan semua penghuninya yaitu hari kiamat kubro. Pada hari kebangkitan ini semua manusia di alam kubur dibangkitkan lagi untuk menghadapi hari perhitungan, semacam hari evaluasi diri pada masing-masing pribadi manusia. Seluruh umat manusia sejak zaman Nabi Adam A.S sampai umat Nabi Muhammad Saw yang terakhir menerima ajalnya di dunia. Semua bergerak menuju Pengadilan Allah SWT. untuk mempertanggungjawabkan segalanya, apapun yang diucapkan, yang dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh masing-masing diri pribadi manusia. Pada waktu itu tak ada gunanya lagi anak laki-laki yang dibangga banggakan semasa di dunia, karena masing masing sibuk mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri. Tak ada gunanya harta berlimpah yang dikumpulkan selama di dunia siang malam, begitupun pangkat dan jabatan serta kedudukan tinggi yang mati matian diperjuangkan selama di dunia, tak ada yang dapat menolong dirinya. Masing-masing diri hanya bertanggungjawab atas amalnya sendiri.

Bisakah kita mempertanggungjawabkan semua amal kita selama hidup yang singkat di dunia ini? Semua sangat tergantung atas kualitas amal itu sendiri! Jika yang kita lakukan melulu amal shaleh yang dilandasi aqidah dan iman yang lurus dan kokoh, insya Allah perjalanan berikutnya menuju hari pembalasan selamat dalam rahmat dan kasih sayangNya dan mendapatkan balasan karunia surga, sebaik-baik tempat dan kekal di dalamnya. Tetapi, apabila selama di dunia amal yang dilakukan tergolong perbuatan maksiyat, mendustakan ayat-ayatNya, melalaikan perintah dan melecehkan laranganNya, apa lagi berusaha menghalangi manusia berbuat baik dan mendorong berbuat maksiyat dan menyatakan bahwa kejadian pada hari akhirat itu sekedar cerita dongeng belaka, kemudian ketika sampai ajalnya tak pernah melakukan pertobatan yakni tobat nasuha, maka jangan katakan Allah itu mendzaliminya jika kelak ia menerima balasan yang terburuk yakni neraka jahannam dan tinggal di dalamnya selama-lamanya. Itulah hasil akhir yang diperoleh dari amal dan perbuatan nista, khianat dan pembangkangan terhadap perintah dan larangan Allah selama hidupnya di dunia yang fana.

Sebagai penutup, nasihat yang amat berharga dari kubur adalah bagaimana manusia dapat mengatasi gelapnya dalam kubur adalah dengan cara membiasakan shalat tahajut. Mendawamkan bangun pada dua per tiga malam untuk menunaikan ibadah tambahan menegakkan shalat tahajut dengan khusyu’, di saat orang lain tidur nyenyak. Insya Allah dengan membiasakan mengikuti ibadah sunnah para Nabi dan orang orang shaleh itu, kelak kuburan kita menjadi terang benderang atas karunia Allah. Setelah kuburan kita dipenuhi cahaya surga, nasihat kubur berikutnya adalah keluar dari kesempitan yang mencekik dengan banyak melaksanakan silaturrahim, mengembangkan hubungan baik dengan sesama manusia, hablum minan nas secara horizontal yang dilandasi hubungan yang telah terjalin baik dengan Allah Swt. hablum minallah. Menyambung silaturrahmi diikuti dengan berbuat baik sesamanya, paling sedikit bermuka cerah dan memberikan senyum dengan tulus. Untuk dapat meramaikan kesepian kubur, dinasihatkannya agar seringlah membaca Al Qur’an. Jadikan ia bacaan harian. Tak ada hari tanpa baca dan mendalami Al Qur’an. Pendalaman disertai penghayatan dan diam-diam kita laksanakan perintahnya dan kita jauhi perbuatan yang dilarangannya. Langkah lanjutannya, kita mulai menghafalnya sedikit demi sedikit menurut kemampuan dan mencoba menerapkan semboyan : one day one ayat. Untuk meracuni binatang-binatang berbisa yang berusaha mendekati jasad yang telah ditinggal ruhnya itu, kubur telah menasihatkan agar kita banyak berinfaq dan bersodaqoh setelah zakat kita tunaikan. Di sekitar kita masih banyak saudara kita yang memerlukan bantuan dan pertolongan. Kemauan menolong dan peduli sesamanya perlu ditumbuhkan dalam tiap diri kita dan sedapat-dapatnya keinginan menolong sesamanya itu ditularkan kepada anak dan keturunan kita.

Ketika tujuh langkah para pengantar jenazah telah berlalu dari kuburan, konon malaikat Munkar Nakir datang menghampiri ruh yang telah berpisah dari jasadnya dan menanyakan sekitar aqidah dan keimanan kita. Nasihat kubur adalah, agar kita membaca kalimat tauhid: Laa ilaha illallah terus menerus selama hidup. Usahakan agar ucapan terakhir, ketika ruh kita keluar secara bersamaan kitapun mengucapkan kalimat itu. Agar tercapai akhir yang baik, husnul khatimah maka kesempatan kita yang masih hidup ini harus kita gunakan sebaik-baiknya untuk membiasakan mengucapkan kalimat tauhid itu baik dalam keramaian maupun dalam keadaan sendiri, di kala senang maupun susah, di kala sehat maupun sakit, pagi dan petang sehingga menjadi kebiasaan selama hidup ini. Insya Allah menjelang sakratul maut, kalimat itu pula yang akan terucap. Amin ya Rabbal ‘Alamin.
Baca Selengkapnya | KETIKA KUBUR MENASIHATI CALON PENGHUNINYA

Jiwa Enterpreneurship dan leadership dari Sang Teladan

Jiwa Enterpreneurship dan leadership dari Sang Teladan


Hal yang patut menjadi renungan kita sebagai Umat Islam saat ini adalah, kita dilahirkan sebagai umat yang mayoritas di negri ini, akan tetapi kerkadang kita malah bagaikan budak dari para kaum musrikin yang menjadi penguasa yang tak ada upaya serta kekuatan melainkan kita hanya bisa mengangguk-anggukan kepala saja dan menurut kepada semua perintah atasan.
Atas dasar kebutuhan, kita rela menunda nunda ibadah hanya karena lebih mementingkan sebuah kredibilitas diri sebagai karawan yang teladan dimata bos. Sesungguhnya hal inilah yang menjadi ironi, dan jika berkelanjutan bukan saja umat Islam akan jadi budak kaum jahil, akan tetapi Islam akan terus terkerdilkan oleh keadaan seperti ini.

Apakah yang menjadikan kita seperti ini, tak lain karena kita kurang respek untuk mempelajari pelajaran mengenai leadership dan manajerial. Kita lebih fokus pada life skill atau kemampuhan bagai mana cara bekerja dengan baik, kita lebih senang jika dibilang sebagai staff ahli ketimbang disebut sebagai seorang seorang manajer.

Kelemahan leadership dan manajerial ini ternyata dapat kita telusuri dengan mengamati bagaimana pemahaman umat tentang sifat Rasulullah SAW. Diantara titik-titik yang kurang tersentuh secara maksimal adalah bagaimana umat Islam mempelajari masa muda Rasulullah SAW sebelum menjadi nabi.

Dari beberapa literatur yang didapat, betapa jiwa entrepreneurship Rasulullah di bidang wirausaha begitu mendominasi, sehingga beliau berkembang menjadi seorang pemimpin yang memiliki jiwa entrepreneur, dan keterampilan manajemen yang baik untuk mengelola sebuah dakwah, sebuah sistem yang bertata nilai kemuliaan Islam.
Pada waktu Rasulullah masih kecil, beliau sudah mempunyai sebuah proyek untuk menjaga kehormatan harga dirinya agar tidak menjadi beban bagi kehidupan ekonomi pamannya, Abu Thalib, yang memang tidak tergolong kaya. Beliau mendapat upah dari menggembalakan beberapa ekor kambing miliki orang lain, yang secara otomatis mengurangi biaya hidup yang harus ditanggung oleh pamannya ini.

Pada usia 12 tahuan, sebuah usia yang relatif muda, beliau melakukan perjalanan dagang ke Syiria bersama Abu Thalib. Beliau tumbuh dewasa di bawah asuhan pamannya ini dan belajar mengenai bisnis perdagangan darinya. Bahkan ketika menjelang dewasa dan menyadari bahwa pamannya bukanlah orang berada serta memiliki keluarga besar yang harus diberi nafkah, Rasulullah mulai berdagang sendiri di kota Mekkah.

Bisnisnya diawalai dengan sebuah perdagangan taraf kecil dan pribadi, yaitu dengan membeli barang dari satu pasar dan menjualnya kepada orang lain. Aktivitas bisnis lainnya dengan sejumlah orang di kota Mekkah pun dilakukan. Dengan demikian ternyata Rasulullah telah melakukan aktivitas bisnis jauh sebelum beliau bermitra dengan Khadijah. Dan inilah yang membuahkan pengalaman yang tak ternilai harganya dalam mengembangkan jiwa kewirausahaan pada diri Rasulullah.

Ciri yang sangat khas dari aktivitas bisnis yang dilakukan oleh Rasulullah waktu itu adalah beliau sangat terkenal karena kejujurannya dan sangat amanah dalam memegang janji. Sehingga tidak ada satupun orang yang berinteraksi dengan beliau kecuali mndapat kepuasan yang luar biasa. Dan ini merupakan sebuah nuansa dengan pesona tersendiri bagi warga Jazirah Arab. apalagi kemuliaan akhlaknya seakan menebarkan pesona indah kepribadiannya.
Pun ketika beliau tidak memiliki uang untuk berbisnis sendiri, ternyata beliau banyak menerima modal dari orang-orang kaya Mekkah yang tidak sanggup menjalankan sendiri dana mereka, dan menyambut baik seseorang yang jujur untuk menjalankan bisnis dengan uang yang mereka miliki berdasarkan kerjasama. Tiada lain karena sejak kecil Rasulullah telah dikenal oleh penduduk Mekkah sangat rajin dan penuh percaya diri. Dikenal pula oleh kejujuran dan integritasnya dibidang apapun yang dilakukannya. Tak berlebihan bila penduduk Mekkah memanggilnya dengan sebutan Shiddiq (jujur) dan Amin (terpercaya).

Salah seorang pemiliki modal itu adalah Khadijah, yang kelak menjadi istri beliau, yang menawarkan suatu kemitraan berdasarkan sistem bagi hasil (profit sharing). Dan, subhanallaah, kecakapan Rasulullah dalam berbisnis telah mendatangkan keuntungan, dan tidak satupun jenis bisnis yang ditanganinya mendapat kerugian. Selama bermita dengan Khadijah inilah Rasulullah telah melakukan perjalanan dagang ke pusat bisnis di Habasyah (Ethiopia) dan Yaman. Beliau pun empat kali memimpin ekspedisi perdagangan untuk Khadijah ke Syria dan Jorash.
Diantara hal yang terus menerus harus kita teladani dari Rasulullah dalam interaksi bisnisnya adalah beliau sangat menjaga nilai-nilai harga diri, kehormatan, dan kemuliannya dalam proses interaksi bisnisnya ini. Bisnis bagi Rasulullah SAW tidak hanya sebatas perputaran uang dan barang, tapi ada yang lebih tinggi dari semua itu, yaitu mejaga kehormatan diri. Sehingga keuntungan apapun dari setiap transaksi yang beliau dapatkan, maka kemuliaannya justru semakin menjulang tinggi. Semakin dihormati, semakin disegani dan ini menjadi aset tak ternilai harganya yang mendatangkan kepercayaan dari para pemilik modal.

Dengan kata lain, modal terbesar dari seorang yang menjadi pengusaha sukses, pemimpin sukses, atau ilmuwan sukses dalam disiplin ilmu apapun, ternyata jiwa entrepreneur ini harus dikembangkan sejak awal. Pembangunan harga diri, pembangunan etos kerja, pembangunan karir kehormatan sebagai seorang jujur yang terbukti teruji dan sangat amanah terhadap janji-janji, jikalau hal ini ditanamkan, dilatih sejak awal maka akan membuahkan kepribadian yang sangat bermutu tinggi dan ini menjadi bekal kesuksesan bekerja dimanapun atau kesuksesan mengemban amanah jenis apapun.

Dan yang paling perlu digaris bawahi, Rasulullah SAW mengadakan transaksi bisnis sama sekali tidak untuk memupuk kekayaan pribadi, tetapi justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnisnya dengan etika yang tinggi dan hasil yang didapat justru untuk didistribusikan ke sebanyak umat. Sehingga kesuksesannya mampu membawa banyak dampak positif, yaitu kesuksesan dan kesejahteraan bagi umat yang lainnya. Dan inilah yang menyebabkan kepribadian junjungan kita, Rasullah SAW begitu monumenatal, baik dalam mencari nafkah maupun dalam menafkahkan karunia rizki yang diperolehnya.

Semoga kita semua mampu merenungi kejujuran diri, amanah, dan kegigihan dalam menjaga kehormatan harga diri kita selaku umat Islam.***

Oleh : Nurdin Al Azies
CEO Centra Kreatifitas Mahasiswa
Referensi : Tausiyah AA GYM
Baca Selengkapnya | Jiwa Enterpreneurship dan leadership dari Sang Teladan