21 Jun 2010

Kekejaman Israel Mirip Bolshevik





























Israel adalah satu satunya Negara di dunia yang melarang pengungsi kembali ke tanahnya, melegalkan penghancuran rumah sebagai metode hukuman kolektif, mensahkan infrastruktur sipil sebagai target penyerangan, melegalkan pembunuhan dan penyiksaan, memiliki partai politik yang secara public melakukan advokasi pembersihan etnis penduduk asli, dan memenjarakan anak anak untuk alas an politik. Israel pula satu satunya Negara di dunia dimana rakyatnya menempati rumah dan mengolah lahan pertanian yang dicuri dari para pengungsi Palestina (http://www.liveleak.com/view?i=061_1185614099).

Saat tulisan ini dibuat, entah sudah berapa nyawa jadi korban kekejaman dan kebrutalan Israel. Tidak terhitung ribuan orang yang menderita luka fisik (dimana sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak-anak), disamping puluhan bahkan mungkin ratusan ribu warga Palestina yang menderita luka pshikis. Sejarah mencatat, ketika Israel mengajukan diri menjadi anggota PBB pada tahun 1949, PBB mengajukan syarat bahwa PBB akan menerima Israel menjadi anggotanya, jika menerima 2 resolusi, yaitu Resolusi 181 (yang isinya: Israel harus menerima pendirian negara Palestina) dan Resolusi 194 (dengan isi: Israel harus mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka). Sampai sekarang, resolusi ini dianggap angin lalu. Pada tanggal 31 Januari 1980 parlemen Israel menetapkan Jerusalem sebagai ibukota Israel, padahal PBB menetapkannya sebagai zona internasional melalui resolusi 181 tanggal 29 Nov 1947. Pada tanggal 9 Juli 2004, Mahkamah Internasional melarang pembangunan tembok zionis, tapi malah diteruskan hingga membentuk tembok raksasa yang memenjarakan banyak perkampungan palestina. Sampai saat ini, lebih dari 500 kali Israel melanggar ketentuan PBB ataupun mahkamah Internasional yang mencatat Israel sebagai satu satunya Negara yang paling banyak menentang resolusi PBB.

Antara tahun 1935 hingga 1948, berbagai pembunuhan massal dilakukan oleh kelompok-kelompok Yahudi, dengan tujuan mengusir orang-orang Palestina dari tanah air mereka, untuk kemudian diduduki oleh para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai penjuru dunia. Lihatlah beberapa pembantaian yang mereka lakukan di tahun 1948: pembantaian di Deir Yassin, pembantaian Naser al-Din, pembantaian Tantura, pembantaian Mesjid Dahmash, pembantaian Dawayma, pembantaian Houla, dan pembantaian Salha. Dalam pembantaian itu, tak kurang dari 1200 orang rakyat Palestina tewas dan 70 ribu melarikan diri keluar Palestina. Jika dalam satu tahun saja, begitu banyak korban akibat pembantaian yang mereka lakukan, maka bagaimana dengan 60 tahun mulai tahun 1948 hingga sekarang?

Israel telah menghancurkan 500 lebih kota dan desa dalam rangka pembersihan etnis, membuat lebih 4 juta warga Palestina mengungsi, dan menghancurkan lebih 60 ribu rumah. Israel juga telah membunuh lebih 50 ribu dan memenjarakan lebih dari 250 ribu, membuat cacat lebih dari 50 ribu dan melukai lebih dari 200 ribu rakyat sipil.

Sepak terjang Israel terhadap rakyat Palestina, sama persis seperti sepak terjang Bolshevick terhadap rakyat Rusia di awal-awal abad ke 20. Bolshevik adalah gerakan komunis Rusia yang dipimpin oleh Lenin. Sebagai pemimpin Bolshevik, Lenin tidak segan segan membunuh dan membantai rakyat sipil. Siapa saja yang tidak setuju dengannya, akan menemui ajalnya apakah dengan disiksa atau dieksekusi. Pada tahun pertama berkuasa, 1917, setidaknya 10 ribu rakyat sipil dihabisinya dengan alas an karena tidak mau mengikut Bolshevik. Antara tahun 1921-1922, Lenin membunuh 5 juta penduduk desa dengan kebijakannya yang menciptakan gelombang kelaparan yang dahsyat. Mengetahui jutaan penduduk mati, Lenin mengirim surat kepada anggota biro elit pada bulan Maret 1922 yang isinya “Kondisi terakhir ini berpihak pada kita…dengan pertolongan orang-orang kelaparan itu yang mulai menjadi kanibal sesama mereka, yang meninggal dalam jumlah jutaan, dan yang jasadnya mengotori jalan-jalan di seluruh negeri, sekaranglah dan hanya sekarang kita dapat –dan harus dapat- menyita seluruh harta kekayaan gereja dengan kekejaman yang kita miliki. Harapan kita hanyalah keputus asaan mereka yang diakibatkan kelaparan massal, yang akan membuat mereka melihat kita dengan cahaya kasih” (Russian Center for the conversation and Study of Historic Documents, Moscow, 2/1/22947/1-4).

Alasan kenapa Lenin dan pengikut Bolsheviks lainnya begitu kejam adalah filosofi Dialectical Materialist yang sangat mereka yakini. Filosofi ini memandang manusia seperti binatang dan kekerasan serta konflik menjadi suatu keharusan untuk menuju kemajuan. Bukan hanya sampai disitu, Lenin juga menerapkan metode binatang untuk melatih manusia. Pada bulan October 1919, Lenin secara pribadi mengunjungi ilmuwan Alvin Pavlov, yang terkenal karena eksperimennya pada binatang. Lenin ingin menerapkan metode binatang ini pada seluruh orang Rusia. “Saya ingin agar semua orang Rusia mengikuti pola pikir dan pola tindak Komunis” Lenin menjelaskan. Pavlov heran. Kelihatannya, Lenin ingin agar Pavlov malatih manusia seperti dia selama ini melatih anjing. Pavlov bertanya “Apakah engkau bermaksud menstandardisasi populasi Rusia? Membuat mereka semua berperilaku sama?” “Tepat sekali” jawab Lenin. “ Manusia dapat dibentuk seperti yang kita mau” (Orlando Figes, A people’s tragedy, Penguin Books, New York 1997, p. 732-733).

Apa yang disebut dasar ilmiah dari filosofi yang memandang bahwa manusia adalah spesies binatang adalah Teori Revolusi Darwin. Teori revolusi itu adalah inspirasi ideology yang paling penting dibalik gerakan komunis di Rusia. ‘The Origin of Species’ karya Darwin yang dipublikasikan tahun 1859, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia pada akhir abad ke 19, bertanggungjawab terhadap anak muda Rusia yang dilatih menjadi ateis dan komunis. Komunis Russia sangat berkaitan erat dengan Darwinism, dimana Vlakinof (pendiri gerakan itu) memandang bahwa Marxism adalah “Darwinism dalam aplikasinya pada ilmu sosial” (Gustav A Wetter, Dialectical Materialism, Greenwood Press, Westport CT, 1977, p. 107). Murid Vlakinof, Lenin, menerapkan Darwinism ini ke masyarakat dan menghabisi mereka yang dipandangnya sebagai binatang. Sama halnya dengan kekejaman Israel yang menggiring kita untuk menyadari bahwa 'darwinisme sosial' ternyata masih hidup subur di kalangan Yahudi.
Akhir perjalanan hidup Lenin merupakan peringatan bagi kita. Mulai 1922 Lenin diserang penyakit serius yang menyebabkan harus tinggal di kursi roda hingga meninggal tanggal 21 januari 1924. Photo yang diambil beberapa saat sebelum meninggalnya, menggambarkan wajahnya yang sangat mengerikan, mirip seperti setan. Allah berkata dalam Qur’an surat 30 ayat 10: “Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (adzab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya”.


oleh : H. Hendri Tanjung, PhD (cand)
Baca Selengkapnya | Kekejaman Israel Mirip Bolshevik

8 Jun 2010

Kunjungan Mahasisiwa Teknik UIKA BOGOR ke Pabrik You C 1000

Tepatnya 10 juni 2010, 120 mahasiswa fakultas teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor yang terbagi kepada beberapa jurusan dan bidang keahlian masing- masing, akan mengadakan kunjungan kesebuah pabrik yang memproduksi sebuah minuman suplemen vitamin c 1000 mg. kunjungan yang sifatnya studi trif ini diadakan oleh badan eksekutif mahasiswa Fakultas Teknik UIKA Bogor, berkerjasama dengan dekan 3 bidang kemahasiswaan Fakultas Teknik UIKA Bogor.

Tema kunjungan terbagai menjadi beberapa bagian dimana setiap bidang keahlian dari masing-masing jurusan telah membawa beberapa pertanyaan dan permasalahan yang akan dilontarkan pada saat kunjungan disana, sesuai dengan study dan bidang yang akan di garap. misalnya mahasiswa Teknik Informatika, nantinya akan menitik beratkan kepada penerapan sistem teknologi terbaharu atau teknologi canggih apa yang di pakai pada perusahaan tersebut yang dipadukan dengan sistem komputerisasi serta penerapan sistem informasi bisnis yang digunakan. sementara mahasiswa Teknik mesin dan elektro misalnya, mereka menitik beratkan pada penerapan sistem permesinan yang digunakan, sebagai studi misalnya mahasiswa akan mencoba mempelajari mengenai kecepatan mesin produksi pada perusahaan tersebut bisa mencapai 10 juta botol / bulan dengan investasi sekitar 150 milyar. sedangkan lain alnya dengan mahasiswa teknik sipil, yang pastinya akan menitik beratkan pada konstruksi bangunan yang ideal untuk sebuah perusahaan bersar yang bersekala nasional dan memiliki lisensi mancanegara

Baca Selengkapnya | Kunjungan Mahasisiwa Teknik UIKA BOGOR ke Pabrik You C 1000

31 Mei 2010

Pengumuman Kerja Praktek PT Indosat

Peluang Kerkja Praktek Terpadu 16 PT Indosat Tbk.

Melalui peningkatan Kwalitas Pendidikan Indosat dan Universitas Ibn Khaldun Bogor membuat Program Kerjasama untuk program KPT (Kerja Praktek Terpadu) .

Dalam kerjasama ini Indosat membuka Peluang Mahasiswa UIKA Untuk melakukan kerja Praktek terpadu di PT Indosat.

dengan ini saya sampaikan kepada seluruh mahasiswa yang ingin mengikuti program ini, kini dibuka pendaftaran baru KPT 16 untuk peningkatan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja.

Syarat dan Ketentuan :

  1. Merupakan Mahasiswa Aktif di Universitas Ibn Khaldun Bogor (Dibuktikan dengan KTM )
  2. Menyerahkan Biodata Lengkap dialamatkan ke HUMAS UIKA .
  3. Bersedia ditempatkan di Jakarta atau Bogor.
  4. Bersedia Melakukan Kerja Praktek Selama 3 Bulan. Untuk Priode (Juni S/d Agustus)
  5. Lamaran disampaikan paling lambat tanggal 3 Juni 2010.
Pasilitas yang didapat :
  1. Training dan Orientasi Kerja,
  2. Uang Makan,
  3. Voucher Telepon Produk Indosat,
  4. Baju Brending Indosat,
  5. Dan Sertivikat.
Demikian Pengumuman ini disampaikan, Untuk lebih lanjut bisa langsung datang ke Humas UIKA BOGOR. atau melalui email alazies@gmail.com.

Baca Selengkapnya | Pengumuman Kerja Praktek PT Indosat

27 Apr 2010

UIKA siap Jadi Universitas Dunia

Menjelang usianya yang ke -50, Universitas Ibn Khaldun Bogor ( UIKA) Siap menjadi Universitas berskala internasional ( The World class University).

Untuk itu berbagai upaya harus dilakukan guna mewujudkan kebangkitan UIKA menuju universitas bertaraf internasiolan. Hal itu mengemuka pada peringatan milad UIKA ke-49 kampus di jalan soleh iskandar tersebut kemarin.

Menjelang usianya yang setengah abad, UIKA memang terus berbenah. Perjalanan sejarah menunjukan jika kampus perjuangan ini mampu eksis di tengah persoalan yang membelit bangsa, khususnya dibidang pendidikan.

Hadir pada acara itu, Rektor UIKA Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat, SH., M.Hum, ketua yayasan UIKA Chaerudin, alumni angkatan pertama M Rais Ahmad, para mantan Rektor UIKA seperti Prof. Dr. AM Saefudin, KH Didin Hafidhuddin, Sunsun Saeful Hakim dan civitas akademika UIKA lain.

Dalam sambutannya AM saefudin mengingatkan saat ini sekularisasi dan liberalisasi pendidikan makin intensif terjadi. Bahkan termasuk di kampus yang flatform-nya islam sekalipun, seperti Universitas Islam Negri (UIN). Karena itu UIKA harus bisa menjaga ideologinya di tengah arus liberalisasi tersebut.

Untuk itu perlu kerjasama antar berbagai elemen penting, baik itu karyawan, mahasiswa serta dosen, untuk bersama-sama menuju kbangkitan, „ katanya.
Pada kesempatan itu diputar tayangan mengenai sejarah UIKA dari masa kemasa, ermasuk mengenang para tokoh –tokoh yang berjasa membesarkan UIKA. Pada puncak acara dilakukannya pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas kemajuan UIKA selama ini.

Sementara itu rektor uika Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat, SH., M.Hum dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini di adakan untuk membangun silaturahmi antar karyawan, dari dosen hingga mahasiswa, baik yang aktif maupun yang tidak aktif.

Selain itu, dirinya berharap,UIKA bisa lebih meningkatkan mutu SDM-nya dengan diikuti peningkatan fasilitas penunjang. Diamana komonen yang ada, seperti dosen dan karyawan, termasuk didalamnya ‘‘ Saya harap bisa tercapai ,“ terang Ramli.

Dalam milad ini dibagikan pula kartu asuransi rawat inap kepada 215 oang yang merpuakan dosen, karyawan tetap maupun honrer. Adapun rumahsakit yang nenjadi rujukan yakni RS Karya Bakti , PMI dan Salak.

Sumber Radar Bogor Rabu, 28 April 2010

Baca Selengkapnya | UIKA siap Jadi Universitas Dunia

MEMPERINGATI MILAD UIKA KE-49

UNIVERSITAS IBN KHALDUN DULU DAN SEKARANG
MEMBANGUN TRADISI ILMIAH DALAM KAMPUS YANG BERIMTAQ
Dalam rangka memperingati milad UIKA KE -49 Universitas ibn khaldun bogor mengadakan saresehan Milad UIKA yang diadakan selasa, 27 April 2010 di aula serbaguna Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Saresehan milad yang diadakan kali ini bertemakan “Universitas Ibn Khaldun Dulu dan sekarang membangun tradisi ilmiah dalam kampus yang berimtaq” tema ini di gagas oleh panitia dalam rangka mempersiakan peringatan setengah abad UIKA berdiri. Didalam sambutan miladnya, rektor UIKA Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat, SH., M.Hum, menyampaikan UIKA dibangun oleh para pendirinya dari dulu hingga saat ini penuh dengan romantika perjuangan dimana UIKA bisa tetap eksis sampai saat ini adalah berkat perjuangan para pendiri yang senantiasa terus mempertahankan UIKA dengan segala kemampuan dan harapan agar UIKA menjadi salahsatu kampus yang patut di banggakan, baik pada skala Lokal, Nasional maupun Internasional. Menurut beliau 49 tahun uika berdiri merupakan sebuah kebanggaan yang patut di renungkan oleh orang-orang yang ada di dalamnya, sudah sejauh mana UIKA melangkah.

Sementara itu dalam sambutannya Prof.Dr AM Saefudin ( Mantan Rektor UIKA 1983-1985) menambahkan UIKA di usianya yang ke 49 menjelang 50 tahun ( Setengah Abad ) ini diharapkan akan teguh memegang ideologinya ditengah arus liberalisasi pendidikan, untuk itu butuh kebersamaan tiga elemen penting, baik pegawai, mahasiswa maupun dosen, untuk bersama sama menuju kebangkitan.

Pada kesempatan ini pula diputarkan sejarang perjalanan UIKA dari masa kemasa hingga saat ini dengan memperlihatkan beberapa peristiwa penting berikut mengenang para tokoh – tokoh yang berjasa membesarkan UIKA. Pada puncak acara dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas kemajuan UIKA saat ini serta pembagian dorprize untuk para tamu yang hadir pada kesempatan itu menambah semarak acara yang diadakan. (az)
Baca Selengkapnya | MEMPERINGATI MILAD UIKA KE-49

21 Apr 2010

kejuaraan tenis meja untuk karyawan Universitas Ibn Khaldun Bogor

kejuaraan tenis meja untuk karyawan Universitas Ibn Khaldun Bogor dalam rangka memperingati hut UIKA ke 59 Th.

Ruang serbaguna / Aula Universitas Ibn Khaldun pada bulan April ini berubah fungsi untuk sementara, pasalnya ruang yang biasa digunakan untuk pertemuan, seminar dan sebagainya ini, kini di jadikanl hall olahraga tenis meja untuk pertandingan kejuaraan tenis antar unit kerja dilingkungan Kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas teknik UIKA ini di gelar sebagai ajang mempererat dan memperkokoh kekeluargaan para karyawan di lingkungan Universitas Ibn Khaldun Bogor serta sebagai ajang memeriahkan milad UIKA yang ke 59.

Kejuaraan tenis meja ini akan diadakan kurang lebih sekitar satu minggu dengan memperebutkan piala rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor dimana pemenang selain akan mendapatkan piala rektor UIKA Bogor juga akan mendapatkan hadiah tambahan lainnya.
Selain kejuaranan tenis meja Fakultas teknik pun menyelenggarakan kejuaraan Putsal antar SMA sederajat sekota dan kabupaten Bogor dengan memperebutkan tropi Rektor UIKA dan hadiah lainnya.
Baca Selengkapnya | kejuaraan tenis meja untuk karyawan Universitas Ibn Khaldun Bogor

31 Mar 2010

Hendri Tanjung menjadi Narasumber Bedah Buku

Senin, 13 Rabi’ul Akhir 1431 H./ 29 Maret 2010 M. Sekertaris Prodi Ekonomi Islam, Hendri Tanjung, MM. MAg. MPhil., menjadi nara sumber dalam acara bedah buku yang diselenggarakan oleh Islamic Economic Forum (IsEF) Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (SEBI) Ciputat. Buku yang dibedah berjudul “Kaidah-Kaidah Fiqih Keuangan dan Transaksi Bisnis” karya Prof. Dr. Muhammad Thahir Mansoori, Dekan Fakultas Syari’ah and Law di Institut Islamic University Islamabad yang diterjamahkan oleh Hendi Tanjung dan Aini Aryani.

Buku Kaidah-Kaidah Fiqih Keuangan dan Transaksi Bisnis,merupakan buku perdana dari penerbit Ulil Albab Institut sebagai upaya untuk menghadirkan kaidah-kaidah fiqih pilihan yang relavan dengan bank dan transaksi bisnis. Pengarang telah menelaah asal Qawaid dan mensurvey perkembangan sejarah literature dalam topik ini. Hendri Tanjung di bantu dengan Muhsin memanfaatkan momen yang baik guna Promosi Program Pascasarjana UIKA Bogor, Khususnya Prodi Ekonomi Islam.
Baca Selengkapnya | Hendri Tanjung menjadi Narasumber Bedah Buku

Liputan TV Al-Jazeera


Bermula dari SMS K.H.Didin Hafidhuddin, bahwa akan berkunjung Wartawan dan Crew TV Aljazeera ke UIKA, Rabu 8 Rabi’ul Akhir 1431 H./24 Maret 2010 M.

karena terjebak macet di Bogor, khususnya di Jl. K.H.Sholeh Iskandar, yang sedianya datang pukul 09.30, baru tiba di ruang diskusi Rektorat pukul 11.00. Wartawan dan Crew TV Aljazeera datang bersama dengan K.H. Didin Hafidhuddin dan disambut oleh Rektor UIKA, para dekan dan pejabat UIKA, dosen, serta para mahasiswa di ruangan.

Acara dibuka oleh Direktur Pascasarjana dengan mengenalkan sedikit kedatangan wartawan TV Aljazeera dan maksud kunjungannya ke Universitas Ibn Khaldun Bogor, dilanjutkan dengan ucapan selamat datang dari Rektor UIKA dan sambutan singkat dari tamu yang ternyata fasih berbahasa Indonesia. Kedatangannya ke Universitas local Islam didorong oleh kerisauanya terhadap liberalisasi pendidikan, setelah liberalisasi politik, kesehatan dan sebagainya, yang melanda Negara-negara muslim termasuk Indonesia. Industri multinasional berdatangan mendirikan perguruan-perguruan tinggi bertaraf Internasional dengan modal yang sangat besar. Padahal, yang namanya pendidikan itu dapat merobah tingkah laku dan budaya serta peradaban suatu bangsa. Karena itulah dia tertarik untuk mengetahui secara jelas bagaimana kesiapan universitas-universitas lokal, terutama yang Islam dalam menghadapi persaingan gelobal itu. Kalau dibiarkan masuknya pendidikan Barat., maka produknya pemuda-pemuda Indonesia akan berprilaku, berbudaya, dan berpendidikan lain daripada bangsa dan agamanya. Setelah ramah-tamah dilanjutkan meninjau dam memotret proses pembelajaran yang menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Arab oleh dosen dan mahasiswa UIKA. Wawancara dengan Rektor dan Pascasarjana UIKA dilakukan di alam terbuka, di depan bangunan Rektorat. Setelah makan siang, tamu kembali ke Jakarta.

Baca Selengkapnya | Liputan TV Al-Jazeera

Direktur Pascasarjana Ber-Konferensi Internasional Zakat di Beirut

Jum’at malam, 10 Rabi’ul Akhir 1431 H. /26 Maret 2010 M. Direktur Pascasarjana ditemani oleh Irfan Syauqi Beik berangkat menuju Beirut Ibu Kota Libanon dalam rangka mewakili Menteri Agama sekaligus Pemerintah Republik Indonesia sebagai peserta sekaligus nara sumber dalam Konferensi Internasional Zakat, yang diselenggarakan tanggal 29-30 Maret 2010. Sebagai narasumber Prof. Dr. K.H. Didin Hafidhuddin akan memaparkan tentang “Pengelolaan Zakat untuk pengentasan Kemiskinan Sebuah Model di Indonesia”. Sedianya rencana keberangkatan direktur tanggal 27 atau 28 Maret 2010, namuun karena factor jadwal pesawat di tanggal itu tidak ada yang berangkatke Beirut-Libanon, maka dimajukan, sesungguhnya ada factor dominan yang membuat berangkat lebih awal, bahwa Duta Besar Indonesia untuk Libanon sudah menyusun berbagai jadwal ceramah-ceramah dan diskusi-diskusi tentang keagamaan, bahkan Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw di Kantor Kedubes.
Baca Selengkapnya | Direktur Pascasarjana Ber-Konferensi Internasional Zakat di Beirut

Perpustakaan Pasca Berburu Buku Ke IBF


Islamic Book Fair (IBF) yang digelar setiap tahun, merupakan peluang emas untuk berburu buku yang berkualitas dengan diskon harga menggiurkan, mulai dari 20% sampai dengan 50%.

Perpustakaan Pascasarjana UIKA memanfaatkan peluang tersebut untuk membeli buku-buku guna melengkapi koleksi literature yang sudah ada. Jika peluang ini tidak dimanfaatkan , harus menunggu setahun lagi atau mungkin entah kapan. Oleh karena itu Perpustakaan Pascasarjana sampai dua kali berangkat. Pertama, Selasa 9 Maret 2010 berbelanja buku-buku referensi yang berkenaan dengan pendidikan baik Pendidikan secara umum maupun Pendidikan Islam. Kedua, Minggu, 14 Maret 2010 berangkat lagi guna membeli buku-buku referensi yang berkenaan dengan Ekonomi Islam dan Manajemen.
Baca Selengkapnya | Perpustakaan Pasca Berburu Buku Ke IBF