16 Jul 2010

Pembayaran Zakat dan Pajak

Ada beberapa alasan keharusan kaum muslimin menunaikan kewajiban pajak yang ditetapkan negara, di samping penunaian kewajiban zakat, antara lain dinyatakan dalam surat Al-Baqarah ayat 177.
Pertama, Imam Al-Qurthubi ketika menafsirkan ayat ini mengemukakan bahwa para ulama telah sepakat, jika kaum muslimin - walaupun sudah menunaikan zakat - memiliki berbagai kebutuhan dan keperluan yang harus ditanggulangi, maka wajib mengeluarkan harta untuk keperluan tersebut. Terkait dengan ayat ini, Imam Al-Qurthubi juga mengemukakan sebuah hadits riwayat Imam Daruquthni dari Fathimah binti Qayis, Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya dalam harta ada kewajiban lain, diluar zakat”. Hadits ini dikemukakan pula dalam Jaami’ at-Turmudzi dengan redaksi yang berbunyi bahwasanya Fathimah binti Qayis berkata: “Nabi Saw. ditanya tentang zakat, beliau bersabda: “Sesungguhnya dalam harta itu ada kewajiban lain di luar zakat”, kemudian Nabi Saw. membaca ayat Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 177”.
Kedua, perintah dari ulil amri (pemerintah) wajib ditaati selama mereka menyuruh pada kebaikan dan ketaatan serta kemaslahatan bersama, sebagaimana dijelaskan dalam QS. An-Nisa’ ayat 59. Tetapi apabila dana pajak dipergunakan untuk hal-hal yang secara diametral bertentangan dengan nilai-nilai Islam, dan bertentangan pula dengan kemaslahatan bersama, maka tidak ada alasan bagi umat Islam untuk membayar pajak. Muhammad Ali Ash-Shabuni ketika menafsirkan ayat tersebut menyatakan bahwa keta’atan kepada penguasa jika mereka adalah kaum muslimin yang berpegang teguh pada syari'at Islam, dan tidak ada keta’atan kepada makhluq jika bermaksiat kepad Khaliq (Allah SWT).
Ketiga, solidaritas sosial dan tolong-menolong antara sesama antara sesama kaum muslimin dan sesama umat manusia dalam kebaikan dan taqwa merupakan kewajiban yang harus dipenuhi, sebagaimana dinyatakan dalam QS. Al-Maidah ayat 2.
Keempat, kaidah-kaidah umum hukum syara’. Yusuf Qardhawi menyatakan bahwa dalam menetapkan suatu kewajiban atau menetapkan suatu fatwa, di samping berlandaskan pada nash-nash yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi, yang dilandaskan pada kaidah-kaidah dan prinsip umum hukum syara’. Dari kaidah-kaidah tersebut timbul berbagai istilah seperti memelihara kepentingan umum, menolak bahaya didahulukan atas manfaat dari dua hal yang sama-sama bermanfaat, memilih sesuatu yang bahayanya lebih kecil dari dua hal atau dua keadaan yang sama-sama berbahaya. Imam Al-Ghazali (w. 505 H), seorang ulama yang menurut Yusuf Qardhawi jarang mempergunakan kaidah al-Mashalih al-Mursalah ‘kemaslahatan bersama yang disepakati’ menyatakan bahwa jika negara sangat membutuhkan dan untuk kepentingan militer atau pertahanan dan keamanan, karena khawatir adanya gangguan dan serangan dari musuh, maka boleh saja negara mengambil pajak dari orang-orang kaya untuk menutupi keperluan tersebut. Sementara itu menurut madzhab Malikim, bahwa berdasarkan prinsip al-Mashalih al-Mursalah jiwa sewaktu-waktu Baitul Maal mengalami defisit, sedang (anggaran negara) tidak mempu membiayainya, maka pada saat itu pemerintah boleh memungut secara teratur dari orang-orang kaya, harta secukupnya, sampai Baitul Maal terisi kembali, atau dapat mencukupi.
Menurut madzhab Maliki, pemerintah yang adil hendaklah melaksanakan pungutan ini secara teratur pada musim panen atau saat mengetam buah-buahan, hingga tidak menyulitkan orang-orang kaya, dan hati mereka pun tetap merasa lega.
Atas dasar itu semua, adalah sah-sah saja adanya dua kewajiban bagi kaum muslimin (terutama kaum muslimin di Indonesia), yaitu kewajiban menunaikan zakat dan pajak secara sekaligus. Hanya saja seperti dikemukakan dalam Undang-undang Nomor 38 tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat bab IV Pasal 14 ayat (3) bahwa zakat yang telah dibayarkan kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat dikurangkan dari laba/pendapatan sisa kena pajak dari wajib pajak yang bersangkutan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2000 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 7 tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan, pada pasal (9) ayat (1) dikemukakan bahwa untuk menentukan besarnya penghasilan kena pajak, bagi wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha, tetap tidak boleh dikurangkan: (g). harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan sebagaimana dimaksud pada pasal 4 ayat (3) huruf a dan huruf b, kecuali zakat atas penghasilan yang nyata-nyata dibayarkan oleh wajib zakat orang pribadi pemeluk agama Islam dan atau wajib pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat yang dibentuk dan disahkan oleh pemerintah.
Kedua undang-undang tersebut merupakan upaya maksimal (setidak-tidaknya untuk saat ini) untuk mengakomodasi keinginan kaum muslimin (khususnya di Indonesia) agar pembayaran zakat didahulukan daripada pajak, sekaligus zakat tersebut dapat mengurangi biaya pembayaran pajak.
Dalam upaya amandemen undang-undang tentang pengelolaan zakat (UU 38/1999) diharapkan perubahan beberapa hal:
1. Zakat sebagai pengurang pajak secara langsung.
2. Adanya sangsi bagi orang yang tidak mau berzakat, padahal sudah terkena kewajiban.
3. Restrukturisasi organisasi pengelolaan zakat, agar lebih terkoordinasi dengan baik.
***

Oleh Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin
Baca Selengkapnya | Pembayaran Zakat dan Pajak

4 Jul 2010

SEMINAR NASIONAL HUKUM KETATA NEGARAAN

Berawal dari kerjasama yang dibangun antara Universitas Ibn Khaldun Bogor ( UIKA ) dengan Mahkamah Konstitusi Republik- Indonesia, maka di bentuklah sebuah kepanitiaan seminar nasional hukum- ketatanegaraan yang rencananya akan di laksanakan pada Sabtu, 31 Juli 2010. Seminar ini akan melibatkan berbagai pakar hukum antara lain Prof. Dr. Moh. Mahfud MD, S.H. (Ketua Mahkamah Konstitusi RI), Prof .Dr. Jimly Asiddiqie, S.H. *( Hakim Konstitusi Pada Mahkamah Konstusi RI ), Hamdan Zoelva, S.H., M.H. (Hakim Konstitusi Pada Mahkamah Konstusi RI ) Prof. Natabaya, S.H. LLM. ( Mantan Hakim Konstitusi (2003-2005)), Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat, S.H., M.Hum. ( Rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor ).

Adapun peserta yang akan dilibatkan pada seminar ini diantaranya di ikuti oleh berbagai kalangan yang bergerak dibidang Hukum antara lain diikuti oleh unsur Kejaksaan, Pengadilan, Perguruan Tinggi, Pemda, Korem, DPRD, Guru PKN dan Mahasiswa yang di undang dari berbagai belahan daerah di Indonesia.

Tema yang akan di kupas pada seminar ini diantaranya akan membahas mengenai Contitutional Complain dan Contitutional Question dalam menegakan hukum di Mahkamah Konstitusi. Kemudian Perlindungan dan Penzaliman Terhadap Hak-hak Konstitusional Warga Negara dalam Konteks Penegakan Hukum di Indonesia.

Rencananya seminar ini akan diadakan di IICC (Ipb International Convention Center) dengan melibatkan sekitar 250 peserta dan akan dilaksanakan mulai pukul 08.00 – 16.45 WIB. (AZS)
Baca Selengkapnya | SEMINAR NASIONAL HUKUM KETATA NEGARAAN

Kunjungan ke Pesantren Al-Furqaniyah

Pesantren yang ke 19 yang di kunjungi adalah Al-Furqoniyah. Pesantren ini terletak di Kp. Citugu Ds. Tugujaya Cigombong Kab. Bogor. Dalam kunjungan tersebut Rektor beserta Rombongan diterima langsung oleh Pimpinan Ponpres yaitu K.H Ading A.Nasir .

Dalam Sambutannya Rektor menyatakan dengan konsep pesantren berbasis masyarakat yang diterapkan oleh Al-Furqoniyah, maka Pesantren ini berhasil menjadi lembaga pendidikan yang merakyat dan bukan hanya menjadi menara gading atau menara api .

Hal ini penting, mengingat peran penting Pesantren sebagai salah satu pilar pembangunan umat membutuhkan langkah – langkah pembangunan pendidikan berbasis masyarakat, sehingga pendidikan menjadi penyambung seluruh elemen slam dalam mengawal kemajuan Islam.

Dalam kesepakatan kerjasama ini, Rektor berharap ada kerjasama antara UIKA dengan Ponpres Al-Furqaniyah dan juga Pesantren – Pesantren lainnya agar ini akan terus terjalin. Bersama - sama menentukan langkah pembinaan umat kedepan, agar dunia pendidikan terintegrasi dan menjadi benteng aqidah bersama.

Kunjungan berlangsung selama dua jam dari jam 9 .30 hingga 11.30, yang diikuti oleh Rektor, Pembantu Rektor II dan III, Ketua LPM, Humas, dll.
Baca Selengkapnya | Kunjungan ke Pesantren Al-Furqaniyah

1 Jul 2010

Kekayaan yang Tiada Habis

Kekayaan yang Tiada Habis, Inginkah Engkau memilikinya? (Faktor pendukung untuk memiliki sikap qona'ah)



"Ketika seorang mukmin memahami nilai dunia dan hakikat kehidupan di dunia; ketika hati seorang mukmin digenangi oleh keimanan dan makrifat tentang Allah Subhanahu wa Ta'ala, nama-nama, dan sifat-sifat-Nya; maka ketika itu; dari pemahaman dan keimanan itu, akan lahirlah karakter mental yang sungguh berharga, yaitu qona'ah. Itulah sebuah harta kekayaan yang tidak ada habisnya." Demikian yang disampaikan oleh Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al Atsari dalam bukunya.



"Qona'ah, Kekayaan Tiada Habisnya."

Qona'ah - merasa cukup dengan apa yang ada- sebuah kata yang mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk dipraktikkan. Terlebih di zaman ini, dimana kita melihat begitu banyak manusia mengalami "kegilaan" terhadap dunia beserta isinya. Di zaman sekarang ini, sulit rasanya untuk mewujudkan kekayaan yang tiada habisnya ini hanya dengan nasihat singkat, "Nak, bersikaplah qona'ah; kamu akan tenang hidupnya"; atau nasihat-nasihat sejenis. Keterangan singkat yang disisipkan pada pengajian-pengajian juga belum mencukupi untuk menumbuhkan harta yang tiada habisnya ini. Hadits-hadits tentang qona'ah yang kita baca pun, (terkadang) tidak cukup membantu untuk serta merta memunculkan sifat itu pada diri kita, kecuali orang-orang yang diridhai Allah Subhanahu wa Ta'ala.



Fondasi Sifat Qona'ah

Fondasi yang utama dan pertama untuk menumbuhkan sifat ini adalah keyakinan yang benar. Keimanan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengenal Allah dengan nama dan sifat-sifat-Nya berikut keagungan dan keindahan yang dikandungnya; keimanan yang mantap kepada hari akhir, keyakinan yang benar tentang takdir yang baik dan buruk; semua itu merupakan landasan utama untuk menumbuhkan sifat dan karakter mental yang sangat mahal harganya ini.

Keimanan dan pengetahuan seorang mukmin terhadap Allah beserta nama dan sifatnya; akan menjadikan dirinya merenungkan firman, perintah dan penjelasan-Nya; yang hasilnya ia akan memahami hakikat dunia, hakikat dirinya, dan hakikat qona'ah beserta manfaatnya di dunia dan di akhirat.



Keimanan kepada hari akhir akan mendorong seorang mukmin untuk memiliki sikap zuhud terhadap dunia. Pemikirannya selalu tertuju kepada hari akhir dan seluruh rangkaiannya, terutama ketika amal-amal kita dihisab. Dengan bekal ini ia paham, bahwa hidup dunia hanyalah sementara, sebagaimana yang ia pelajari dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam,

"Apa perluku dengan dunia? Perumpamaanku dengan dunia hanyalah ibarat pengendara ynag tidur siang sejenak di bawah naungan sebuah pohon, kemudian berangkat di sore hari dan meninggalkannya." (HR.Ahmad dan Tirmidzi).

Hal ini akan menjadikannya bersikap menerima apapun yang terjadi dengan dirinya dengan senang hati.



Keimanan terhadap takdir yang baik maupun buruk akan memberikan sikap tenang dan ridho terhadap apa yang dialami, suka maupun duka. Hatinya senantiasa lapang, ia tidak mengenal kata gundah dengan sedikitnya rizki, lemahnya daya, maupun kemiskinan yang menimpanya.



Inginkah Engkau memiliki harta itu?

Sebagaimana akhlak-akhlak mulia lainnya, sebagai karakter mental, qona'ah dipengaruhi beberapa faktor, diantaranya pendidikan, lingkungan, bertambah dan berkurangnya iman, serta ketinggian dan kerendahan cita-cita.



Syaikh Abdullah bin Abdul Hamid Al-Atsari menyebutkan beberapa faktor yang mendukung kita untuk memperoleh akhlak yang sangat berharga ini:



1. Ilmu agama

Ilmu agama merupakan faktor utama untuk memperoleh harta yang tidak terkira ini. Dengan ilmu, kita mengetahui hakikat, manfaat, dan bahaya jika melalaikan qona'ah. Ilmu agama menjelaskan kepada kita hakikat dunia, menyingkap rahasia-rahasianya, dan bahaya-bahaya terlalu berorientasi kepadanya. Ilmu agama akan mendorong kita untuk mencintai dan mengerahkan seluruh perhatian kita kepada kampung akhirat, kehidupan yang kekal dan abadi.

"Dan tiadalah kehidupan di dunia ini selain main-main dan sendau gurau. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Tidakkah kamu memahaminya?" (Al-An'am:32)



Dengan ilmu pula kita memperoleh pengetahuan tentang Allah Azza wa 'Ala dengan seluruh nama-Nya yang husna dan sifat-Nya yang tinggi. Kebenaran akidah: iman kepada hari akhir dan iman kepada takdir yang baik maupun buruk, yang hal itu merupakan pondasi dasar yang memiliki pengaruh sangat besar dalam mewujudkan sifat qona'ah, semuanya dapat diperoleh dengan ilmu agama.

2. Keimanan yang mantap



Ilmu yang kita miliki (insya Allah) berbuah menjadi keimanan yang mantap. Kuat lemahnya sifat qona'ah dalam menghadapi berbagai "fitnah" dunia ini, sesuai dengan tingkat kekuatan iman yang ada pada setiap kita.



3. Pemahaman yang benar tentang qodho dan qodar

Allah Subhanahu wa Ta'ala telah membagi-bagi rizki dan keadaan hidup seluruh manusia sejak zaman azali. Pembagian yang dilakukan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala merupakan ketetapan berdasarkan kebijaksanaan dan ilmu-Nya. Jika kita memahami bahwa ambisi, keluh kesah, dan perhatian kita terhadap dunia dan harta, tidak akan menambah rizki, (karena tidak mungkin kita bisa mengoreksi ketetapan dan qodar Allah); pemahaman seperti dapat menumbuhkan sifat qona'ah, tenang, rileks terhadap keadaan yang diterimanya, apakah kita kaya maupun miskin.

Sikap ridho seorang mukmin dalam menghadapi ketetapan qodha dan qodar Allah akan memberikan kepadanya mata yang jeli dalam melihat kondisi kehidupan dan hakikat pembagiannya. Yang menetapkan rizkinya adalah Allah, Allah juga yang telah membeda-bedakan tingkat rizki, melebihkan yang satu terhadap yang lainnya. Perbedaan ini merupakan ujian bagi kita; ujian bagi orang kaya enggan kelebihannya, ujian bagi orang miskin dengan kekurangannya. Perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin dalam rizki bukan merupakan bukti mengenai perbedaan kedudukan keduanya di dunia maupun di sisi Allah Azza wa Jalla.

"Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (Az Zukhruf:32)

"Bersikaplah ridho terhadap apa yang dibagikan oleh Allah, niscaya kamu menjadi manusia yang paling kaya." (HR.Ahmad)



4. Perjuangan Mental dan Bersabar

Sesuai dengan kebijaksanan-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah memberi kita nafsu yang senantiasa menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat Tuhan.(Yusuf:53). Salah satu bentuk keliaran nafsu adalah permusuhannya terhadap sikap qona'ah. Selama kita tidak melawan nafsu beserta keliarannya, ketika itu kita telah membuka pintu-pintu ambisi, ketamakan, kerakusan, kekikiran, dan keluh kesah.

"Jauhilah sifat syuhh, karena sifat syuhh telah membinasakan orang-orang sebelummu, mendorong mereka untuk menumpahkan darah mereka dan melanggar hal-hal yang diharamkan bagi mereka." (HR.Muslim)

Imam Ibnu Rojab al Hanbali rahimahullah menjelaskan bahwa syuhh adalah ambisi besar yang mendorong pemilikinya mengambil banyak hal yang tidak halal, tidak menunaikan kewajiban terhadapnya. Substansi sifat ini adalah kerinduan diri kepada apa yang diharamkan oleh Allah serta tidak puas dengan yang telah dihalalkan olehh Alloh, baik menyangkut harta, kemaluan, atau lainnya.

Mengendalikan nafsu dan memaksanya memiliki sikap qona'ah membutuhkan kesabaran dan ketabahan dari seorang mukmin. Kesabaran di sini berkaitan dengan hal-hal yang diharamkan dan hal-hal yang meragukan; karena sifat qona'ah menuntut sikap zuhud, ridho, dan waro'. Sabar dalam ketaatan dan tidak berbuat maksiat.



5. Berdoa dan Memohon kepada Allah

"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, sikap menjaga martabat, dan kekayaan." (HR.Muslim)

Syaikh Abdurrahman Nashir As-Sa'di rahimahullah, berkata:"Ini merupakan salah satu doa yang paling luas cakupan maknanya dan paling bermanfaat. Doa ini mengandung permohonan agar dikarunia kebaikan di dunia dan akhirat. 'Afaf (sikap menjaga martabat) dan ghina (kekayaan) mengandung arti menjaga kehormatan di hadapan sesama manusia, tidak menggantungkan diri kepada mereka dan merasa kaya dengan Alloh, rizki-Nya, sikap menerima dengan senang hati terhadap apa yang ada pada dirinya, serta diperolehnya kecukupan yang bisa menenangkan hati. Dengan semua itu, sempuralah kebahagiaan hidup di dunia dan ketenangan batin, dan itulah hayah thoyyibah (kehidupan yang baik).



6. Menjauhi Orang-Orang yang Suka Berkeluh Kesah

Teman, kawan, orang-orang di sekitar kita, sangat besar pengaruhnya pada diri kita. Siapa yang lama berkawan dengan orang-orang yang suka berkeluh kesah dan ambisius, maka akan tertimpa penyakit mereka. Hawa nafsu dan akhlak mereka akan menular kepada dirinya. Sebaliknya, berkawan dengan orang-orang sholih, senantiasa berdzikir, zuhud (sekalipun mereka adalah orang-orang kaya dan lapang), akan mendorong kita mengikuti mereka: memiliki sifat qona'ah, zuhud, menerima dengan senang hati semua rizki yang telah dibagikan oleh Allah.

Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Seseorang mengikuti agama kawan dekatnya, maka hendaklah setiap orang dari kalian memperhatikan siapa yang menjadi kawan dekatnya."



7. Melihat yang "di bawah"



"Andaikata anak Adam memiliki dua lembah emas, pasti ia ingin memiliki dua lembah, dan mulutnya tidak kunjung bisa dipenuhi, kecuali dengan tanah. Dan Allah menerima taubat siapa yang bertaubat." (HR.Bukhari-Muslim)

Manusia, memiliki watak dasar yang mendorongnya utnuk mencintai harta dan dunia. (terkadang) hal ini menjadikan kita melupakan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Bagaimanapun keadaan yang ada pada diri kita, setiap kita pasti telah dikaruniai nikmat dari Allah yang saking banyaknya tidak mampu kita inventarisir dan hitung. Bukan hanya telah, tapi semua yang telah dan akan kita alami adalah nikmat dan karunia Allah yang terkira.

Namun, nikmat dan karunia yang telah Allah berikan secara gratis kepada kita, terkadang terabaikan. Kita merasa kurang dan kurang… kita tidak peduli dan tidak menyadari nilainya… Hal ini bisa jadi karena kita selalu melihat orang-orang yang mendapat nikmat lebih baik dari kita.

Seandainya kita melihat orang-orang yang tidak seberuntung kita, orang-orang yang ada "dibawah" kita… atau satu atau beberapa nikmat dari Allah dicabut (misal: nikmat sehat)… baru kita merasakan nikmat-nikmat itu… barulah kita merasa tenang; oleh karena itu; salah satu faktor yang mendorong tumbuhnya sifat qona'ah adalah melihat orang yang keadaannya "dibawah" kita.



Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Lihatlah kepada siapa yang lebih rendah dari kalian, jangan melihat kepada siapa yang lebih tinggi dari kalian; karena itu akan menjadikan kalian tidak menyepelekan nikmat Allah." (HR.Bukhori)

Inilah beberapa cara untuk menumbuhkan sifat qona'ah dan menerima dengan senang hati rizki dan penghidupan yang telah dibagikan Allah kepada setiap kita.



Penutup

Pengetahuan tentang hal ini bukan semata-mata pengetahuan ilmiah naratif yang kering dari substansi pelaksanaan yang bisa membedakan antara orang yang bersikap qona'ah atau senantiasa gundah gulana dan berkeluh kesah. Terkadang kita temui, orang yang memiliki sifat qona'ah melimpah ruah tidak hafal dalil-dalil ilmiah dan prinsip-prinsip tersebut selain kandungan makna yang shohih. Dipihak lain, terkadang kita jumpai orang yang mengaku "berilmu" namun tidak memiliki sifat qona'ah sama sekali. Inilah kenyataan yang ada pada kita sekarang ini. Anda ingin menjadi yang mana, wahai Saudaraku? Semoga Allah senantiasa menghiasi diri, keluarga, dan keturunan kita; serta kaum muslimin dengan sifat qona'ah. Amiin.



Sumber : pengusahamuslim.com

Referensi: Diringkas dari: "Qona'ah, Kekayaan Tiada Habisnya" :Syaikh Abdulloh bin Abdul Hamid Al Atsari dari buku: Zuhud Dunia Cinta Akhirat, Sikap Hidup Para Nabi dan Orang-Orang Sholih: Ibnu Rojab Al-Hanbali, dll. Penerbit: Al-Qowam, Solo. Halaman 87

Baca Selengkapnya | Kekayaan yang Tiada Habis

21 Jun 2010

Kekejaman Israel Mirip Bolshevik





























Israel adalah satu satunya Negara di dunia yang melarang pengungsi kembali ke tanahnya, melegalkan penghancuran rumah sebagai metode hukuman kolektif, mensahkan infrastruktur sipil sebagai target penyerangan, melegalkan pembunuhan dan penyiksaan, memiliki partai politik yang secara public melakukan advokasi pembersihan etnis penduduk asli, dan memenjarakan anak anak untuk alas an politik. Israel pula satu satunya Negara di dunia dimana rakyatnya menempati rumah dan mengolah lahan pertanian yang dicuri dari para pengungsi Palestina (http://www.liveleak.com/view?i=061_1185614099).

Saat tulisan ini dibuat, entah sudah berapa nyawa jadi korban kekejaman dan kebrutalan Israel. Tidak terhitung ribuan orang yang menderita luka fisik (dimana sebagian besar korbannya adalah perempuan dan anak-anak), disamping puluhan bahkan mungkin ratusan ribu warga Palestina yang menderita luka pshikis. Sejarah mencatat, ketika Israel mengajukan diri menjadi anggota PBB pada tahun 1949, PBB mengajukan syarat bahwa PBB akan menerima Israel menjadi anggotanya, jika menerima 2 resolusi, yaitu Resolusi 181 (yang isinya: Israel harus menerima pendirian negara Palestina) dan Resolusi 194 (dengan isi: Israel harus mengizinkan para pengungsi Palestina kembali ke tanah air mereka). Sampai sekarang, resolusi ini dianggap angin lalu. Pada tanggal 31 Januari 1980 parlemen Israel menetapkan Jerusalem sebagai ibukota Israel, padahal PBB menetapkannya sebagai zona internasional melalui resolusi 181 tanggal 29 Nov 1947. Pada tanggal 9 Juli 2004, Mahkamah Internasional melarang pembangunan tembok zionis, tapi malah diteruskan hingga membentuk tembok raksasa yang memenjarakan banyak perkampungan palestina. Sampai saat ini, lebih dari 500 kali Israel melanggar ketentuan PBB ataupun mahkamah Internasional yang mencatat Israel sebagai satu satunya Negara yang paling banyak menentang resolusi PBB.

Antara tahun 1935 hingga 1948, berbagai pembunuhan massal dilakukan oleh kelompok-kelompok Yahudi, dengan tujuan mengusir orang-orang Palestina dari tanah air mereka, untuk kemudian diduduki oleh para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai penjuru dunia. Lihatlah beberapa pembantaian yang mereka lakukan di tahun 1948: pembantaian di Deir Yassin, pembantaian Naser al-Din, pembantaian Tantura, pembantaian Mesjid Dahmash, pembantaian Dawayma, pembantaian Houla, dan pembantaian Salha. Dalam pembantaian itu, tak kurang dari 1200 orang rakyat Palestina tewas dan 70 ribu melarikan diri keluar Palestina. Jika dalam satu tahun saja, begitu banyak korban akibat pembantaian yang mereka lakukan, maka bagaimana dengan 60 tahun mulai tahun 1948 hingga sekarang?

Israel telah menghancurkan 500 lebih kota dan desa dalam rangka pembersihan etnis, membuat lebih 4 juta warga Palestina mengungsi, dan menghancurkan lebih 60 ribu rumah. Israel juga telah membunuh lebih 50 ribu dan memenjarakan lebih dari 250 ribu, membuat cacat lebih dari 50 ribu dan melukai lebih dari 200 ribu rakyat sipil.

Sepak terjang Israel terhadap rakyat Palestina, sama persis seperti sepak terjang Bolshevick terhadap rakyat Rusia di awal-awal abad ke 20. Bolshevik adalah gerakan komunis Rusia yang dipimpin oleh Lenin. Sebagai pemimpin Bolshevik, Lenin tidak segan segan membunuh dan membantai rakyat sipil. Siapa saja yang tidak setuju dengannya, akan menemui ajalnya apakah dengan disiksa atau dieksekusi. Pada tahun pertama berkuasa, 1917, setidaknya 10 ribu rakyat sipil dihabisinya dengan alas an karena tidak mau mengikut Bolshevik. Antara tahun 1921-1922, Lenin membunuh 5 juta penduduk desa dengan kebijakannya yang menciptakan gelombang kelaparan yang dahsyat. Mengetahui jutaan penduduk mati, Lenin mengirim surat kepada anggota biro elit pada bulan Maret 1922 yang isinya “Kondisi terakhir ini berpihak pada kita…dengan pertolongan orang-orang kelaparan itu yang mulai menjadi kanibal sesama mereka, yang meninggal dalam jumlah jutaan, dan yang jasadnya mengotori jalan-jalan di seluruh negeri, sekaranglah dan hanya sekarang kita dapat –dan harus dapat- menyita seluruh harta kekayaan gereja dengan kekejaman yang kita miliki. Harapan kita hanyalah keputus asaan mereka yang diakibatkan kelaparan massal, yang akan membuat mereka melihat kita dengan cahaya kasih” (Russian Center for the conversation and Study of Historic Documents, Moscow, 2/1/22947/1-4).

Alasan kenapa Lenin dan pengikut Bolsheviks lainnya begitu kejam adalah filosofi Dialectical Materialist yang sangat mereka yakini. Filosofi ini memandang manusia seperti binatang dan kekerasan serta konflik menjadi suatu keharusan untuk menuju kemajuan. Bukan hanya sampai disitu, Lenin juga menerapkan metode binatang untuk melatih manusia. Pada bulan October 1919, Lenin secara pribadi mengunjungi ilmuwan Alvin Pavlov, yang terkenal karena eksperimennya pada binatang. Lenin ingin menerapkan metode binatang ini pada seluruh orang Rusia. “Saya ingin agar semua orang Rusia mengikuti pola pikir dan pola tindak Komunis” Lenin menjelaskan. Pavlov heran. Kelihatannya, Lenin ingin agar Pavlov malatih manusia seperti dia selama ini melatih anjing. Pavlov bertanya “Apakah engkau bermaksud menstandardisasi populasi Rusia? Membuat mereka semua berperilaku sama?” “Tepat sekali” jawab Lenin. “ Manusia dapat dibentuk seperti yang kita mau” (Orlando Figes, A people’s tragedy, Penguin Books, New York 1997, p. 732-733).

Apa yang disebut dasar ilmiah dari filosofi yang memandang bahwa manusia adalah spesies binatang adalah Teori Revolusi Darwin. Teori revolusi itu adalah inspirasi ideology yang paling penting dibalik gerakan komunis di Rusia. ‘The Origin of Species’ karya Darwin yang dipublikasikan tahun 1859, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia pada akhir abad ke 19, bertanggungjawab terhadap anak muda Rusia yang dilatih menjadi ateis dan komunis. Komunis Russia sangat berkaitan erat dengan Darwinism, dimana Vlakinof (pendiri gerakan itu) memandang bahwa Marxism adalah “Darwinism dalam aplikasinya pada ilmu sosial” (Gustav A Wetter, Dialectical Materialism, Greenwood Press, Westport CT, 1977, p. 107). Murid Vlakinof, Lenin, menerapkan Darwinism ini ke masyarakat dan menghabisi mereka yang dipandangnya sebagai binatang. Sama halnya dengan kekejaman Israel yang menggiring kita untuk menyadari bahwa 'darwinisme sosial' ternyata masih hidup subur di kalangan Yahudi.
Akhir perjalanan hidup Lenin merupakan peringatan bagi kita. Mulai 1922 Lenin diserang penyakit serius yang menyebabkan harus tinggal di kursi roda hingga meninggal tanggal 21 januari 1924. Photo yang diambil beberapa saat sebelum meninggalnya, menggambarkan wajahnya yang sangat mengerikan, mirip seperti setan. Allah berkata dalam Qur’an surat 30 ayat 10: “Kemudian, akibat orang-orang yang mengerjakan kejahatan adalah (adzab) yang lebih buruk, karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah dan mereka selalu memperolok-oloknya”.


oleh : H. Hendri Tanjung, PhD (cand)
Baca Selengkapnya | Kekejaman Israel Mirip Bolshevik

8 Jun 2010

Kunjungan Mahasisiwa Teknik UIKA BOGOR ke Pabrik You C 1000

Tepatnya 10 juni 2010, 120 mahasiswa fakultas teknik Universitas Ibn Khaldun Bogor yang terbagi kepada beberapa jurusan dan bidang keahlian masing- masing, akan mengadakan kunjungan kesebuah pabrik yang memproduksi sebuah minuman suplemen vitamin c 1000 mg. kunjungan yang sifatnya studi trif ini diadakan oleh badan eksekutif mahasiswa Fakultas Teknik UIKA Bogor, berkerjasama dengan dekan 3 bidang kemahasiswaan Fakultas Teknik UIKA Bogor.

Tema kunjungan terbagai menjadi beberapa bagian dimana setiap bidang keahlian dari masing-masing jurusan telah membawa beberapa pertanyaan dan permasalahan yang akan dilontarkan pada saat kunjungan disana, sesuai dengan study dan bidang yang akan di garap. misalnya mahasiswa Teknik Informatika, nantinya akan menitik beratkan kepada penerapan sistem teknologi terbaharu atau teknologi canggih apa yang di pakai pada perusahaan tersebut yang dipadukan dengan sistem komputerisasi serta penerapan sistem informasi bisnis yang digunakan. sementara mahasiswa Teknik mesin dan elektro misalnya, mereka menitik beratkan pada penerapan sistem permesinan yang digunakan, sebagai studi misalnya mahasiswa akan mencoba mempelajari mengenai kecepatan mesin produksi pada perusahaan tersebut bisa mencapai 10 juta botol / bulan dengan investasi sekitar 150 milyar. sedangkan lain alnya dengan mahasiswa teknik sipil, yang pastinya akan menitik beratkan pada konstruksi bangunan yang ideal untuk sebuah perusahaan bersar yang bersekala nasional dan memiliki lisensi mancanegara

Baca Selengkapnya | Kunjungan Mahasisiwa Teknik UIKA BOGOR ke Pabrik You C 1000

31 Mei 2010

Pengumuman Kerja Praktek PT Indosat

Peluang Kerkja Praktek Terpadu 16 PT Indosat Tbk.

Melalui peningkatan Kwalitas Pendidikan Indosat dan Universitas Ibn Khaldun Bogor membuat Program Kerjasama untuk program KPT (Kerja Praktek Terpadu) .

Dalam kerjasama ini Indosat membuka Peluang Mahasiswa UIKA Untuk melakukan kerja Praktek terpadu di PT Indosat.

dengan ini saya sampaikan kepada seluruh mahasiswa yang ingin mengikuti program ini, kini dibuka pendaftaran baru KPT 16 untuk peningkatan kompetensi mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja.

Syarat dan Ketentuan :

  1. Merupakan Mahasiswa Aktif di Universitas Ibn Khaldun Bogor (Dibuktikan dengan KTM )
  2. Menyerahkan Biodata Lengkap dialamatkan ke HUMAS UIKA .
  3. Bersedia ditempatkan di Jakarta atau Bogor.
  4. Bersedia Melakukan Kerja Praktek Selama 3 Bulan. Untuk Priode (Juni S/d Agustus)
  5. Lamaran disampaikan paling lambat tanggal 3 Juni 2010.
Pasilitas yang didapat :
  1. Training dan Orientasi Kerja,
  2. Uang Makan,
  3. Voucher Telepon Produk Indosat,
  4. Baju Brending Indosat,
  5. Dan Sertivikat.
Demikian Pengumuman ini disampaikan, Untuk lebih lanjut bisa langsung datang ke Humas UIKA BOGOR. atau melalui email alazies@gmail.com.

Baca Selengkapnya | Pengumuman Kerja Praktek PT Indosat

27 Apr 2010

UIKA siap Jadi Universitas Dunia

Menjelang usianya yang ke -50, Universitas Ibn Khaldun Bogor ( UIKA) Siap menjadi Universitas berskala internasional ( The World class University).

Untuk itu berbagai upaya harus dilakukan guna mewujudkan kebangkitan UIKA menuju universitas bertaraf internasiolan. Hal itu mengemuka pada peringatan milad UIKA ke-49 kampus di jalan soleh iskandar tersebut kemarin.

Menjelang usianya yang setengah abad, UIKA memang terus berbenah. Perjalanan sejarah menunjukan jika kampus perjuangan ini mampu eksis di tengah persoalan yang membelit bangsa, khususnya dibidang pendidikan.

Hadir pada acara itu, Rektor UIKA Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat, SH., M.Hum, ketua yayasan UIKA Chaerudin, alumni angkatan pertama M Rais Ahmad, para mantan Rektor UIKA seperti Prof. Dr. AM Saefudin, KH Didin Hafidhuddin, Sunsun Saeful Hakim dan civitas akademika UIKA lain.

Dalam sambutannya AM saefudin mengingatkan saat ini sekularisasi dan liberalisasi pendidikan makin intensif terjadi. Bahkan termasuk di kampus yang flatform-nya islam sekalipun, seperti Universitas Islam Negri (UIN). Karena itu UIKA harus bisa menjaga ideologinya di tengah arus liberalisasi tersebut.

Untuk itu perlu kerjasama antar berbagai elemen penting, baik itu karyawan, mahasiswa serta dosen, untuk bersama-sama menuju kbangkitan, „ katanya.
Pada kesempatan itu diputar tayangan mengenai sejarah UIKA dari masa kemasa, ermasuk mengenang para tokoh –tokoh yang berjasa membesarkan UIKA. Pada puncak acara dilakukannya pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas kemajuan UIKA selama ini.

Sementara itu rektor uika Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat, SH., M.Hum dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini di adakan untuk membangun silaturahmi antar karyawan, dari dosen hingga mahasiswa, baik yang aktif maupun yang tidak aktif.

Selain itu, dirinya berharap,UIKA bisa lebih meningkatkan mutu SDM-nya dengan diikuti peningkatan fasilitas penunjang. Diamana komonen yang ada, seperti dosen dan karyawan, termasuk didalamnya ‘‘ Saya harap bisa tercapai ,“ terang Ramli.

Dalam milad ini dibagikan pula kartu asuransi rawat inap kepada 215 oang yang merpuakan dosen, karyawan tetap maupun honrer. Adapun rumahsakit yang nenjadi rujukan yakni RS Karya Bakti , PMI dan Salak.

Sumber Radar Bogor Rabu, 28 April 2010

Baca Selengkapnya | UIKA siap Jadi Universitas Dunia

MEMPERINGATI MILAD UIKA KE-49

UNIVERSITAS IBN KHALDUN DULU DAN SEKARANG
MEMBANGUN TRADISI ILMIAH DALAM KAMPUS YANG BERIMTAQ
Dalam rangka memperingati milad UIKA KE -49 Universitas ibn khaldun bogor mengadakan saresehan Milad UIKA yang diadakan selasa, 27 April 2010 di aula serbaguna Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Saresehan milad yang diadakan kali ini bertemakan “Universitas Ibn Khaldun Dulu dan sekarang membangun tradisi ilmiah dalam kampus yang berimtaq” tema ini di gagas oleh panitia dalam rangka mempersiakan peringatan setengah abad UIKA berdiri. Didalam sambutan miladnya, rektor UIKA Prof. Dr. H. Ramly Hutabarat, SH., M.Hum, menyampaikan UIKA dibangun oleh para pendirinya dari dulu hingga saat ini penuh dengan romantika perjuangan dimana UIKA bisa tetap eksis sampai saat ini adalah berkat perjuangan para pendiri yang senantiasa terus mempertahankan UIKA dengan segala kemampuan dan harapan agar UIKA menjadi salahsatu kampus yang patut di banggakan, baik pada skala Lokal, Nasional maupun Internasional. Menurut beliau 49 tahun uika berdiri merupakan sebuah kebanggaan yang patut di renungkan oleh orang-orang yang ada di dalamnya, sudah sejauh mana UIKA melangkah.

Sementara itu dalam sambutannya Prof.Dr AM Saefudin ( Mantan Rektor UIKA 1983-1985) menambahkan UIKA di usianya yang ke 49 menjelang 50 tahun ( Setengah Abad ) ini diharapkan akan teguh memegang ideologinya ditengah arus liberalisasi pendidikan, untuk itu butuh kebersamaan tiga elemen penting, baik pegawai, mahasiswa maupun dosen, untuk bersama sama menuju kebangkitan.

Pada kesempatan ini pula diputarkan sejarang perjalanan UIKA dari masa kemasa hingga saat ini dengan memperlihatkan beberapa peristiwa penting berikut mengenang para tokoh – tokoh yang berjasa membesarkan UIKA. Pada puncak acara dilakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas kemajuan UIKA saat ini serta pembagian dorprize untuk para tamu yang hadir pada kesempatan itu menambah semarak acara yang diadakan. (az)
Baca Selengkapnya | MEMPERINGATI MILAD UIKA KE-49

21 Apr 2010

kejuaraan tenis meja untuk karyawan Universitas Ibn Khaldun Bogor

kejuaraan tenis meja untuk karyawan Universitas Ibn Khaldun Bogor dalam rangka memperingati hut UIKA ke 59 Th.

Ruang serbaguna / Aula Universitas Ibn Khaldun pada bulan April ini berubah fungsi untuk sementara, pasalnya ruang yang biasa digunakan untuk pertemuan, seminar dan sebagainya ini, kini di jadikanl hall olahraga tenis meja untuk pertandingan kejuaraan tenis antar unit kerja dilingkungan Kampus Universitas Ibn Khaldun Bogor.

Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas teknik UIKA ini di gelar sebagai ajang mempererat dan memperkokoh kekeluargaan para karyawan di lingkungan Universitas Ibn Khaldun Bogor serta sebagai ajang memeriahkan milad UIKA yang ke 59.

Kejuaraan tenis meja ini akan diadakan kurang lebih sekitar satu minggu dengan memperebutkan piala rektor Universitas Ibn Khaldun Bogor dimana pemenang selain akan mendapatkan piala rektor UIKA Bogor juga akan mendapatkan hadiah tambahan lainnya.
Selain kejuaranan tenis meja Fakultas teknik pun menyelenggarakan kejuaraan Putsal antar SMA sederajat sekota dan kabupaten Bogor dengan memperebutkan tropi Rektor UIKA dan hadiah lainnya.
Baca Selengkapnya | kejuaraan tenis meja untuk karyawan Universitas Ibn Khaldun Bogor